Liputan6.com, Tangerang: Ratusan warga Desa Dadap, Tangerang, Banten, berunjuk rasa di halaman Gedung DPRD Tangerang, Senin (8/8). Massa memprotes perubahan status desa menjadi kelurahan dengan melakukan salat jenazah di depan sebuah keranda. Aksi ini untuk menandai matinya demokrasi setelah anggota legislatif menyetujui usulan perubahan status Desa Dadap ini. Para pengunjuk rasa juga sempat membakar kemenyan dengan harapan agar anggota Dewan tidak mudah terbius godaan.
Dalam orasinya, para demonstran mengatakan Desa Dadap tidak memiliki fasilitas yang mendukung sebuah pemerintahan setingkat kelurahan, seperti kantor kepala desa yang lebih memadai. Jalan umum pun umumnya rusak.
Kericuhan nyaris terjadi ketika para pengunjuk rasa memaksa masuk ke dalam gedung. Namun, berkat kesigapan polisi, aksi ini bisa dikendalikan. Akhirnya, anggota DPRD menerima perwakilan para demonstran.(TNA/Abdul Rosyid)
Dalam orasinya, para demonstran mengatakan Desa Dadap tidak memiliki fasilitas yang mendukung sebuah pemerintahan setingkat kelurahan, seperti kantor kepala desa yang lebih memadai. Jalan umum pun umumnya rusak.
Kericuhan nyaris terjadi ketika para pengunjuk rasa memaksa masuk ke dalam gedung. Namun, berkat kesigapan polisi, aksi ini bisa dikendalikan. Akhirnya, anggota DPRD menerima perwakilan para demonstran.(TNA/Abdul Rosyid)