Liputan6.com, Bengkulu: Personel Kepolisian Resor Kaur, Bengkulu, dibantu Kepolisian Daerah Bengkulu, Selasa (26/7), telah meminta keterangan 15 orang terkait aksi amuk massa, kemarin. Mereka yang diperiksa adalah warga yang terekam dalam video aparat saat amuk terjadi. Sejauh ini polisi belum menetapkan tersangka dalam peristiwa ini [baca: Kantor KPU Kaur Dibakar Massa].
Hingga berita ini ditulis, polisi masih berjaga di lokasi kerusakan. Kondisi bangunan yang rusak belum dibenahi dan masih dibiarkan terbengkalai. Menyusul kerusuhan tersebut, banyak pegawai negeri sipil, termasuk semua pejabat kabupaten tak masuk kerja. Sementara itu keberadaan Syaukani Saleh, pejabat Bupati Kaur periode 2003-2005 ini tak diketahui.
Terkait dengan pemilihan kepala daerah, caretaker (pemangku jabatan) Gubernur Bengkulu Seman Widjojo menyatakan tetap akan melantik bupati terpilih, Syaukani Saleh dan pasangannya Warman Suwardi. Seman Widjojo juga menyatakan akan menyerahkan sangkaan kecurangan dalam proses pilkada kepada polisi untuk ditindaklanjuti. Pernyataan Seman Widjojo ini sekaligus sebagai respons tuntutan massa soal kecurangan pilkada.(MAK/Rishnaldi dan Herry Supandi)
Hingga berita ini ditulis, polisi masih berjaga di lokasi kerusakan. Kondisi bangunan yang rusak belum dibenahi dan masih dibiarkan terbengkalai. Menyusul kerusuhan tersebut, banyak pegawai negeri sipil, termasuk semua pejabat kabupaten tak masuk kerja. Sementara itu keberadaan Syaukani Saleh, pejabat Bupati Kaur periode 2003-2005 ini tak diketahui.
Terkait dengan pemilihan kepala daerah, caretaker (pemangku jabatan) Gubernur Bengkulu Seman Widjojo menyatakan tetap akan melantik bupati terpilih, Syaukani Saleh dan pasangannya Warman Suwardi. Seman Widjojo juga menyatakan akan menyerahkan sangkaan kecurangan dalam proses pilkada kepada polisi untuk ditindaklanjuti. Pernyataan Seman Widjojo ini sekaligus sebagai respons tuntutan massa soal kecurangan pilkada.(MAK/Rishnaldi dan Herry Supandi)