Kalapas Poso Ditahan Terkait Bom Tentena

HSM, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Poso dan tiga orang ditahan personel Polda Sulteng di perbatasan. Satu kantong plastik yang diduga berisi bahan peledak ditemukan di lapangan dekat perumahan LP Poso.

oleh Liputan6Diterbitkan 01 Juni 2005, 01:45 WIB
Liputan6.com, Poso: HSM, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Poso, Sulawesi Tengah, ditahan dengan dugaan terkait peledakan bom di Pasar Tentena. Penangkapan ini disusul penggeledahan Kompleks LP Poso oleh Kepolisian Daerah Sulteng, kemarin. Satu kantong plastik yang dicurigai berisi bahan peledak dan potongan pipa ditemukan di lapangan di sekitar LP.

Kepala Polda Sulteng Brigadir Jenderal Polisi Aryanto Sutadi di Poso, Selasa (31/5), mengatakan polisi masih memeriksa 30 saksi kasus peledakan bom di Tentena. Salah satu saksi yang ditanyai hingga petang ini adalah Iwan, teman dekat Kalapas Poso.

HSM ditangkap ketika membawa dua narapidana keluar LP saat polisi merazia perbatasan Poso dan Parigi Mautong, kemarin. Seseorang berinisial K ditangkap di tempat terpisah beberapa jam kemudian. Menurut saksi, keempat orang ini terlihat di Tentena beberapa hari sebelum pengeboman [baca: Kapolda Sulteng: Empat Orang Telah Ditahan].

Aryanto menegaskan, tersangka ingin menggagalkan rekonsiliasi masyarakat Poso yang membaik. Kini, polisi masih memburu dua orang lagi yang juga diduga terlibat peledakan yang menewaskan 21 korban ini.

Seratus polisi bersenjata lengkap dikerahkan memeriksa Kompleks LP Poso. Satu per satu ruangan dan rumah karyawan disisir. Beberapa ruangan diberi garis polisi. Satu jam setelah sweeping, polisi menemukan potongan pipa dan satu kantong plastik yang diduga berisi bahan peledak di sebuah lapangan di sekitar perumahan karyawan LP Poso. Dari barang bukti ini, polisi menduga pelaku mempersiapkan perakitan bom di perumahan LP. Sejauh ini, tidak ada warga perumahan LP Poso yang ditahan.

Sementara itu aktivitas di Pasar Tentena berangsur pulih pada hari ketiga pascaledakan. Para pedagang sudah mulai menjajakan dagangan meski diselimuti perasaan waswas. Nasabah juga sudah mulai bertransaksi di Bank Rakyat Indonesia yang ikut terkena bom, Sabtu silam.

Sejumlah pedagang mengaku masih khawatir terhadap kondisi keamanan kota mereka. Apalagi, para pelaku belum juga tertangkap. Mereka berharap situasi keamanan kembali pulih seperti sebelumnya.

Kantor BRI Tentena juga terus berbenah. Sebagian bangunan Kantor BRI ini rusak. Bendera setengah tiang tetap berkibar di halaman. Aktivitas di dalam kantor mulai normal. Warga sudah mulai melakukan transaksi perbankan seperti biasa.

Arus transportasi keluar atau masuk Tentena juga mulai lancar. Sejumlah fasilitas umum, seperti stasiun pengisian bahan bakar umum ramai dikunjungi pembeli. Bahkan, tampak antrean di SPBU. Di jalur masuk Tentena, aktivitas warga tampak di pertokoan maupun pinggir jalan. Kemarin, warga lebih banyak berada di dalam rumah.(TNA/Syamsuddin dan Zaenuddin)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya