Mutasi Berbuntut Kericuhan di STAIN Manado

Unjuk rasa di STAIN Manado, Sulut, dilakukan karyawan bermasalah. Tuduhan itu dikemukakan Ketua STAIN Manado Danil Alwi. Tiga karyawan bermasalah dimutasi ke Kanwil Depag Gorontalo dan Sangihe.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Mei 2005, 19:42 WIB
Liputan6.com, Manado: Pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Manado Danil Alwi menuduh karyawan bermasalah mengotaki unjuk rasa di kampusnya. Pernyataan Danil itu dikemukakan kepada SCTV di Manado, Sulawesi Utara, Ahad (15/5).

Dalam unjuk rasa kemarin, ratusan orang menuntut Danil mengundurkan diri sebagai Rektor STAIN Manado. Mereka menuduh Danil menggelapkan dana pembangunan kampus serta memotong gaji dosen dan karyawan [baca: Sejumlah Dosen STAIN Manado Menuntut Rektor Mundur].

Menurut Danil, mereka yang berunjuk rasa adalah karyawan yang dimutasi. Karyawan itu dimutasi berdasarkan keputusan Menteri Agama karena melanggar disiplin pegawai negeri. Sebenarnya ada tiga karyawan yang dimutasi. Mereka adalah Ramli Makatungkang, Abdul Raysid, dan Sudiono W. Ikhsan.

Ketiganya dimutasi dari dosen menjadi pegawai biasa di Kantor Wilayah Departemen Agama Gorontalo dan Sangihe. Mereka dinilai telah melanggar disiplin pegawai negeri dan diduga terkait tindakan pemalsuan nilai saat seleksi menjadi dosen.(YYT/Aldrien Arief)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya