Politisi Eropa Dituding Menerima Suap dari Saddam

Komite Senat AS menuduh anggota parlemen Inggris, George Galloway, dan mantan Mendagri Prancis, Charles Pasqua, menerima jatah minyak dari rezim Saddam Hussein. Namun, keduanya menolak tudingan ini.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 Mei 2005, 06:53 WIB
Liputan6.com, Washington D.C.: Komite Senat Amerika Serikat, Kamis (12/5), merilis laporan bahwa anggota parlemen Inggris, George Galloway, dan mantan Menteri Dalam Negeri Prancis, Charles Pasqua, menerima jatah minyak dari rezim Saddam Hussein. Jatah itu adalah imbalan atas desakan mereka meminta agar sanksi ekonomi atas Irak diperlonggar. Kedua politisi ini memang dikenal sebagai penentang sanksi ekonomi atas Irak.

Galloway dituduh menerima jatah sebanyak 20 juta barel sejak 2000 hingga 2003. Sebuah badan amal bagi anak-anak penderita leukemia yang didirikan Galloway diduga digunakan untuk menyalurkan uang hasil penjualan minyak itu. Sedangkan Pasqua dituduh mendapat 11 juta barel dari 1999 sampai 2000.

Laporan Komite Senat AS ini disertai bukti-bukti berupa wawancara dengan pejabat tinggi Irak, termasuk bekas Menteri Luar Negeri Tareq Aziz dan mantan Wakil Presiden Taha Yassin Ramadan. Dalam wawancara itu, Yassin mengungkapkan Galloway diberi minyak karena pandangan-pandangannya tentang Irak.

Menanggapi itu, Galloway menegaskan bahwa semua tuduhan itu sama sekali tidak masuk akal. Senada dengan Galloway, Pasqua menyatakan dia sudah berulang kali membantah menerima keuntungan dalam bentuk apa pun dari sikapnya yang menentang sanksi ekonomi atas Irak.(TOZ/Rcm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya