Liputan6.com, Irbil: Kuburan massal ditemukan di sebuah kompleks militer di Irbil, sekitar 350 kilometer utara Baghdad, Irak utara, Senin (9/5). Para ahli menduga sejumlah mayat di kuburan itu adalah warga dari etnis Kurdi yang dibunuh dan dikubur ketika rezim Saddam Hussein berkuasa. Dari beberapa mayat tersebut terdapat wanita dan anak-anak. Mereka ditemukan mengenakan pakaian tradisional Kurdi dengan lubang bekas ditembus peluru.
Pascaperang Irak yang dipimpin Amerika Serikat, warga Kurdi telah menemukan sejumlah kuburan massal di wilayah yang mereka kuasai di Irak. Provinsi tersebut, di antaranya Sulaimaniya, Irbil, Duhok, dan Kirkuk.
Rezim Saddam Hussein dipercaya bertanggung jawab atas hilangnya lebih dari 200 ribu warga etnis Kurdi pada 1988. Para korban kebanyakan berasal dari wilayah Germiyan, Kirkuk. Ketika berlangsung serangan terhadap Kamp Gushtapa di Irbil pada 1983, pemerintahan Saddam juga dituduh berada di balik hilangnya lebih dari 7.000 warga etnis Barzani.(ZIZ/Bowo)
Pascaperang Irak yang dipimpin Amerika Serikat, warga Kurdi telah menemukan sejumlah kuburan massal di wilayah yang mereka kuasai di Irak. Provinsi tersebut, di antaranya Sulaimaniya, Irbil, Duhok, dan Kirkuk.
Rezim Saddam Hussein dipercaya bertanggung jawab atas hilangnya lebih dari 200 ribu warga etnis Kurdi pada 1988. Para korban kebanyakan berasal dari wilayah Germiyan, Kirkuk. Ketika berlangsung serangan terhadap Kamp Gushtapa di Irbil pada 1983, pemerintahan Saddam juga dituduh berada di balik hilangnya lebih dari 7.000 warga etnis Barzani.(ZIZ/Bowo)