Liputan6.com, Chapultepec: Tim dokter hewan di Meksiko, baru-baru ini melakukan inseminasi buatan untuk menambah populasi panda raksasa asal Cina. Pasalnya, jumlah panda raksasa di dunia kini diperkirakan hanya tinggal sekitar 1.000 ekor.
Saat ini, tim dokter tadi sedang mengobservasi Ling Ling, seekor panda raksasa berusia 15 tahun asal Jepang di Kebun Binatang Chapultepec, Meksiko. Panda milik Kebun Binatang Ueno, Tokyo itu kini ditempatkan satu kandang dengan tiga panda betina hasil inseminasi buatan. Hasil observasi tersebut dimaksudkan untuk memantau kadar estrogen dalam urine keempat panda raksasa itu. Dari hasil penelitian tadi, bakal dilakukan proses inseminasi buatan yang pernah sukses pada era tahun 80-an.
Sekarang ini, para pecinta binatang dunia sedang menunggu proses inseminasi tadi. Maklum, usia Ling Ling nyaris mendekati batas akhir untuk bisa mempunyai keturunan. Namun, menurut tim dokter yang menangani Ling Ling, hasil inseminasi tadi baru dapat diketahui dua bulan mendatang.(AWD/Eva)
Saat ini, tim dokter tadi sedang mengobservasi Ling Ling, seekor panda raksasa berusia 15 tahun asal Jepang di Kebun Binatang Chapultepec, Meksiko. Panda milik Kebun Binatang Ueno, Tokyo itu kini ditempatkan satu kandang dengan tiga panda betina hasil inseminasi buatan. Hasil observasi tersebut dimaksudkan untuk memantau kadar estrogen dalam urine keempat panda raksasa itu. Dari hasil penelitian tadi, bakal dilakukan proses inseminasi buatan yang pernah sukses pada era tahun 80-an.
Sekarang ini, para pecinta binatang dunia sedang menunggu proses inseminasi tadi. Maklum, usia Ling Ling nyaris mendekati batas akhir untuk bisa mempunyai keturunan. Namun, menurut tim dokter yang menangani Ling Ling, hasil inseminasi tadi baru dapat diketahui dua bulan mendatang.(AWD/Eva)