Liputan6.com, Makassar: Wali Kota Makassar Ilham Arief Siradjuddin menegaskan tidak akan mencabut Surat Keputusan Nomor 15 Tahun 2005 tentang penetapan jalur atau trayek baru. "Karena ini sudah melalui pembahasan, baik yang kontra sudah pernah dialog di DPRD dan sifat meminta penundaan sudah dilakukan," kata Ilham di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (4/5).
Sejak pagi tadi, para sopir angkutan umum atau pete-pete jurusan Terminal Daya-Makassar Mal berunjuk rasa dan meminta SK Wali Kota Nomor 15 Tahun 2005 dicabut. Para demonstran menilai SK itu merugikan dan menurunkan pendapatan mereka.
Namun, Ilham menduga aksi itu sudah ditunggangi provokator yang memiliki kepentingan lain. Untuk itu, dia meminta polisi menindak para pelaku yang membuat kericuhan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Makassar. Dalam insiden ini, dua sopir yang menolak ajakan untuk mogok tertusuk pisau [baca: Penusukan Mewarnai Aksi Sopir Angkot di Makassar].(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)
Sejak pagi tadi, para sopir angkutan umum atau pete-pete jurusan Terminal Daya-Makassar Mal berunjuk rasa dan meminta SK Wali Kota Nomor 15 Tahun 2005 dicabut. Para demonstran menilai SK itu merugikan dan menurunkan pendapatan mereka.
Namun, Ilham menduga aksi itu sudah ditunggangi provokator yang memiliki kepentingan lain. Untuk itu, dia meminta polisi menindak para pelaku yang membuat kericuhan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Makassar. Dalam insiden ini, dua sopir yang menolak ajakan untuk mogok tertusuk pisau [baca: Penusukan Mewarnai Aksi Sopir Angkot di Makassar].(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)