Lukisan Karya Maestro Prancis Dipamerkan di Tasmania

Karya-karya agung para seniman besar dunia yang dipamerkan di antaranya milik Ambroise Vollard, kolektor dari Reunion Island yang menjadi pedagang seni terkenal di Paris, awal abad ke-20.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 April 2005, 08:10 WIB
Liputan6.com, Launceston: Sejumlah lukisan karya maestro seni Prancis dipamerkan di Launceston, Tasmania, Australia, baru-baru ini. Pameran ini bertepatan dengan Festival Seni 10 Hari Tasmania. Lukisan-lukisan yang dipamerkan di antaranya karya Gauguin, Manet, Matisse dan Picasso serta Renoir.

Pameran yang menampilkan sejumlah karya besar para maestro itu adalah bukti ketajaman naluri seorang kolektor dan pedagang benda seni yang berkiprah di pusat dunia seni Paris di akhir abad ke-19. Paris dijuluki sebagai Ibu Kota Seni Dunia karena selama akhir abad ke-19 dan 20, Kota Romantis itu menjadi tempat bermukim banyak seniman termasyhur dunia.

Karya-karya agung para seniman besar Paris yang dipamerkan ini bukan pinjaman dari Louvre atau museum-museum bergengsi lain di dunia. Koleksi itu adalah milik sebuah pulau kecil di dekat Madagaskar yang bernama Reunion Island.

Sebagian besar karya yang ditampilkan lebih dulu adalah milik Ambroise Vollard yang lahir di Reunion dan menjadi pedagang seni terkenal di awal abad ke-20. Vollard juga terkenal memiliki insting yang tajam dalam mengenali bakat seorang seniman. Jika ia merasa seseorang berpotensi menjadi maestro maka Vollard akan habis-habisan membantu dan mempromosikan karya seniman itu. Maestro asuhan Vollard di antaranya Picasso dan Paul Cezanne.

Dengan pertimbangan nilai sejarah dan materinya yang tinggi, Museum Reunion Island sebelumnya tidak pernah meminjamkan koleksi mereka. Tasmania membutuhkan waktu empat tahun untuk membujuk museum tersebut agar mengizinkan memamerkan koleksinya pada Festival Seni 10 Hari Tasmania.(DEN/Pin)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya