Liputan6.com, Jakarta: Korban tewas dalam ledakan bom di depan Gedung Kedutaan Besar Australia, Jalan H.R. Rasuna Said Kavling C15-16, Kuningan, Jakarta Selatan, hingga Kamis (9/9) petang, tercatat berjumlah delapan orang. Salah satunya adalah Mugofir seorang pegawai PT Pembangunan Perumahan yang tengah bertugas pagi ketika bom meledak [baca: Korban Tewas Ledakan Kuningan Menjadi Tujuh Orang].
Selama ini, Mugofir bertugas sebagai kepala bagian perlengkapan peralatan pembangunan proyek Menara Kuningan yang berada di depan Kedubes Australia. Di mata rekan kerjanya, Mugofir adalah sosok pekerja keras dan suka menolong. Jenazah almarhum akan dibawa ke Klaten, Jawa Tengah, malam ini untuk dimakamkan keesokan harinya. Pihak proyek akan memberikan santunan dan biaya pendidikan bagi anak-anak Mugofir.
Korban tewas lain adalah Anton Sujarwo seorang personel satuan pengamanan yang bertugas di pintu masuk di Kedubes Australia. Anton mengembuskan napas terakhir di depan teman-temannya setelah sempat dirawat Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC), Kuningan. Upaya petugas medis tak mampu menyelamatkan Anton yang terluka akibat pecahan ledakan. Jasad satpam itu kemudian dikirim ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat, untuk diotopsi.
Sementara dari enam korban tewas lainnya, sudah empat jenazah yang sudah diketahui identitasnya. Keempat orang itu adalah Suryadi yang bertugas sebagai satpam Kedubes Australia, Maria Eva Komala yang diketahui tengah mengurus visa di Kedubes Australia, karyawan Bank Internasional Indonesia bernama Saefuddin, dan seorang warga bernama Rini Dewi Puspita. Sedangkan dua jasad lain, hingga kini belum diketahui identitasnya.
Kekacauan juga sempat terjadi menyusul ledakan dahsyat itu. Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) yang terletak paling dekat dengan lokasi ledakan harus merawat lebih dari 100 korban. Demikian juga terjadi di beberapa rumah sakit di Jakarta yang diinstruksikan Menteri Kesehatan Achmad Sujudi untuk menerima dan merawat korban ledakan bom [baca: RS di Jakarta Diinstruksikan Merawat Korban Bom]. Sujudi memastikan bahwa seluruh biaya perawatan korban baik luka maupun tewas ditanggung pemerintah.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)
Berikut daftar korban ledakan:
Korban tewas:
Selama ini, Mugofir bertugas sebagai kepala bagian perlengkapan peralatan pembangunan proyek Menara Kuningan yang berada di depan Kedubes Australia. Di mata rekan kerjanya, Mugofir adalah sosok pekerja keras dan suka menolong. Jenazah almarhum akan dibawa ke Klaten, Jawa Tengah, malam ini untuk dimakamkan keesokan harinya. Pihak proyek akan memberikan santunan dan biaya pendidikan bagi anak-anak Mugofir.
Korban tewas lain adalah Anton Sujarwo seorang personel satuan pengamanan yang bertugas di pintu masuk di Kedubes Australia. Anton mengembuskan napas terakhir di depan teman-temannya setelah sempat dirawat Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC), Kuningan. Upaya petugas medis tak mampu menyelamatkan Anton yang terluka akibat pecahan ledakan. Jasad satpam itu kemudian dikirim ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat, untuk diotopsi.
Sementara dari enam korban tewas lainnya, sudah empat jenazah yang sudah diketahui identitasnya. Keempat orang itu adalah Suryadi yang bertugas sebagai satpam Kedubes Australia, Maria Eva Komala yang diketahui tengah mengurus visa di Kedubes Australia, karyawan Bank Internasional Indonesia bernama Saefuddin, dan seorang warga bernama Rini Dewi Puspita. Sedangkan dua jasad lain, hingga kini belum diketahui identitasnya.
Kekacauan juga sempat terjadi menyusul ledakan dahsyat itu. Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) yang terletak paling dekat dengan lokasi ledakan harus merawat lebih dari 100 korban. Demikian juga terjadi di beberapa rumah sakit di Jakarta yang diinstruksikan Menteri Kesehatan Achmad Sujudi untuk menerima dan merawat korban ledakan bom [baca: RS di Jakarta Diinstruksikan Merawat Korban Bom]. Sujudi memastikan bahwa seluruh biaya perawatan korban baik luka maupun tewas ditanggung pemerintah.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)
Berikut daftar korban ledakan:
Korban tewas:
- Anton Sujarwo (24 tahun)
- Mugofir (45 tahun)
- Suryadi
- Maria Eva Komala
- Saefuddin
- Rini Dewi Puspita
- Belum diketahui
- Belum diketahui
- Ramdani
- Ratna
- Rizah
- Riza Pratama
- Ryusli Anwari
- Ruth H.M.
- Ruth Melina
- Tamin
- Tant
- Sarah
- Sarno
- Satar Purwono
- Satria Adi
- Simly
- Shinta
- Sonata
- Sri Usayekti
- Subagi
- Sujarwo
- Firman Syukur
- Fitri
- Gatot Sandy H.
- Harid Suryo
- Hasnan
- Hidayat
- Istanto
- Jeane
- Jerry Langi
- Wimpie Handoko
- Yuli
- Yusli
- Zaenuddin Zaenal
- Jamali
- Zamri
- Sumarno
- Supanta
- Susan
- Sutarno
- Suwandi
- Suwargi
- Suwarni
- Suwedi
- Syahbudin
- Syahroni
- Sarif
- Syukur Marwi
- T. Johansyah
- Tito Warsito
- Saryadi
- Tommy Losa
- T. Nur Anggraini
- Wahyu Rezeki
- Wang Zin
- Widodo
- Padin
- Fatmi K.
- Paiman
- Frita
- Yolanda
- Yosina Ramon
- Jun Dun
- Lemsur Hermana
- Lilianti
- Lisa
- Lolitasari
- M. Heru
- Mahmudin
- Mahaindah
- Micehe Goergani
- Mira
- Nazib
- Nanda Olivia
- Nun Dun
- Neti
- Abdul Maulana
- Andul Aziz
- Ahmad
- Ahmad Maulana
- Alexbraga
- Alaex Praga
- Amalia
- Andika Dini
- Ane
- Asep Wahyudi
- Aulia Adnan
- Barmawi
- Bayu Prasetio
- Cecep Lis
- Daisi Meli
- Dedeh
- Jubaidah
- Deri
- Irawan
- Diah Ayu
- Dini
- Edi Susanto
- Gergeno
- Eva
- Fajar Satria
- Sarbini (31 tahun)
- Nanda Olivia Daniel (26 tahun)
- Salomo (28 tahun)
- Nurmaya
- Nita Lasmawati (37 tahun)
- Melina (23 tahun)
- Melike (23 tahun)
- Samsudin Sipayung (30 tahun)
- A. Rojak (27 tahun)
- Yuni Bastari (38 tahun)
- Dewi Mayang Sari (27 tahun)
- Michael Georgina (22 tahun)