Liputan6.com, Jakarta - Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan pesan saat memimpin Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81.
Di hadapan ribuan pegawainya, Bahlil meminta aparatur negara di lingkungan ESDM untuk tak ragu mengutamakan kepentingan masyarakat ketimbang menuruti tekanan pihak yang ingin memanipulasi aturan.
Advertisement
Instruksi tegas tersebut menjadi pengingat atas rekam sejarah 81 tahun lalu, tatkala para pejuang muda Indonesia merebut penguasaan sektor geologi dan pertambangan dari tangan penjajah.
Bahlil menekankan bahwa keberadaan Kementerian ESDM lahir seiring bertiupnya angin kemerdekaan sejak 28 September 1945. Oleh sebab itu, pengelolaan seluruh kekayaan alam wajib berpatokan pada amanat Pasal 33 UUD 1945, yakni dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
"Ketika kalian dihadapkan memilih antara orang yang mengatur kekuasaan dengan cara yang tidak benar dan dihadapkan dengan memilih kepentingan rakyat, saya perintahkan untuk memilih kepentingan rakyat," tegas Bahlil dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).
Ia menilai usia 81 tahun bukan sekadar perayaan rutin di atas kalender. Momen ini merupakan pengingat moral bagi seluruh insan ESDM agar tidak goyah di tengah tingginya dinamika pengelolaan sumber daya alam nasional.
Protes Perusahaan Tambang Kelas Kakap
Keberpihakan kepada masyarakat kecil ditunjukkan Bahlil lewat kebijakan penataan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor pertambangan. Ia mengakui, banyak perusahaan tambang kelas kakap yang mengajukan protes lantaran usulan RKAB mereka tidak disetujui sepenuhnya oleh pemerintah.
Namun, keputusan pembatasan itu diambil bukan tanpa alasan. Menurut Bahlil, pemerintah harus menjaga keseimbangan ekosistem usaha agar pelaku UMKM lokal juga mendapatkan porsi dan kesempatan yang adil di sektor pertambangan.
"Saya tahu banyak perusahaan-perusahaan besar yang memprotes karena RKAB-nya sebagian tidak kita berikan sesuai dengan keinginannya. Tetapi kalau kita memenuhi semua keinginannya, bagaimana urusan UMKM? Mereka siapa yang mengurus?" ujar Bahlil.
Tak hanya soal RKAB, ia memberi peringatan keras kepada jajaran Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) agar tidak mudah tergiur atau terpengaruh oleh celah-celah hukum yang dimanfaatkan pengusaha nakal.
Ia mewajibkan setiap korporasi tambang untuk mematuhi kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO), melakukan reklamasi pascatambang, serta menerapkan standar keselamatan kerja secara ketat.
"Tegakkan aturan, disiplinkan aturan," tambahnya.
Program Kelistrikan Daerah Terpencil
Selain sektor pertambangan, fokus keberpihakan pemerintah juga diarahkan pada penuntasan program kelistrikan di daerah terpencil. Meski rasio elektrifikasi nasional kini telah menembus angka 99,85 persen, fakta di lapangan mencatat masih ada sekitar 11.000 desa dan dusun di kawasan pelosok yang belum menikmati aliran listrik.
Bahlil menegaskan targetnya untuk menerangi seluruh wilayah terisolasi tersebut tanpa alasan. Sepanjang tahun ini, Program Listrik Desa menyasar 2.065 titik lokasi baru, dengan tenggat akhir seluruh rumah tangga di Indonesia sudah teraliri listrik pada 2029.
Di sisi lain, Bahlil mengapresiasi perubahan positif dalam kultur kerja birokrasi di kementeriannya. Ia melihat keluhan publik maupun pelaku usaha terhadap hambatan perizinan dan cara kerja lama kini mulai jauh berkurang.
Meski begitu, ia mengingatkan para ASN ESDM untuk tidak cepat berpuas diri dengan tumpukan dokumen perencanaan semata.
"Jangan hanya bikin konsep, konsep, konsep terus, tidak pernah mengeksekusi konsep," serunya.
Menteri ESDM Sematkan Tanda Kehormatan
Rangkaian Peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 juga diwarnai dengan pemberian penganugerahan bagi pegawai berprestasi. Menteri ESDM menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya, Satyalancana Pembangunan, dan Satyalancana Karya Satya, sekaligus menyerahkan Petikan Keputusan Kenaikan Pangkat PNS.
Sisi kemanusiaan turut digelorakan lewat serangkaian bakti sosial. Panitia mencatat sebanyak 2.443 pendaftar berpartisipasi dalam aksi donor darah yang menghasilkan 1.628 kantong darah.
Kementerian ESDM juga menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 2,6 miliar untuk percepatan penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta menggelar layanan kesehatan gratis berupa vaksinasi HPV dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) bagi 885 pegawai.
Acara puncak diperkuat dengan penganugerahan Penghargaan Energi Subroto serta peluncuran program Pengawal Energi, yang disambung dengan agenda Energy Day bagi seluruh keluarga besar kementerian.
Memasuki usia baru ini, Bahlil mengajak seluruh insan ESDM untuk meneladani semangat para perintis sektor energi: bekerja jujur, berani mengambil keputusan strategis, dan merampungkan setiap program hingga tuntas demi terwujudnya kemandirian energi nasional.