Liputan6.com, Jakarta - Amukan si jago merah yang melanda kawasan Gunung Ciremai, Jawa Barat, kian tak terkendali. Kebakaran lahan yang bermula di pasawahan, Kabupaten Kuningan, sejak Rabu (21/10/2026) malam, kini dilaporkan telah merembet luas hingga menembus perbatasan Kabupaten Majalengka.
Kepanikan warga terlihat dari beredarnya video amatir di media sosial yang merekam kemunculan titik api baru di kawasan perbukitan. Api dilaporkan bergerak cepat dari Blok Cidulang melintasi batas kabupaten.
Advertisement
"Kobarannya sangat besar dan menjalar dengan cepat. Asap tebal juga terlihat jelas dari Blok Cidulang," ungkap perekam video amatir yang memantau dari Bukit Seribu Bintang.
"Api bahkan sudah menembus daerah persimpangan Blok Masawah yang masuk teritori Majalengka," sambung suara dalam rekaman visual tersebut.
Meluasnya area kebakaran ini dikonfirmasi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu. Pihaknya menyatakan tim gabungan lintas wilayah sudah terjun ke lokasi.
"Memang benar kebakaran telah meluas ke Majalengka. Saat ini tim gabungan BPBD Majalengka tengah berupaya keras memadamkan api," jelas Indra Bayu, Sabtu (24/10/2026).
"Kami masih terus memantau pergerakan api. Informasi lebih rinci akan terus kami perbarui," tambahnya.
Kondisi cuaca dan geografis menjadi tantangan utama tim pemadam. Angin kencang dipadukan dengan banyaknya material lahan kering membuat jangkauan api cepat membesar tak terkendali.
Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning, Nandar Juniar Arif, menjelaskan bahwa titik awal api dari Grid 15 M Resor Pasawahan kini telah melahap area Gunung Dulang dan Tagog Anjing.
"Lahan di blok Gunung Dulang itu sangat kering. Kondisi ini membuat api mudah membesar dan merambat ke Majalengka," beber Nandar.
Sebagai langkah antisipasi, tim gabungan telah menyebar personel di sejumlah titik strategis. Fokus utama mereka saat ini adalah membuat sekat bakar agar api tidak menjalar turun dan membahayakan permukiman.