Chandra Satria Rilis Proyek Trilogi Dan Bila Esok, Gandeng Sheila Majid hingga Titien Wattimena

Titien Wattimena menyusun alur cerita karya Chandra Satria dengan menggunakan struktur tiga babak.

oleh m.altaf.jauharDiterbitkan 23 Oktober 2026, 23:07 WIB
Chandra Satria Rilis Proyek Trilogi Dan Bila Esok, Gandeng Sheila Majid hingga Titien Wattimena

Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi senior Chandra Satria resmi memperkenalkan proyek terbarunya bertajuk "Dan Bila Esok". Di proyek ini, Chandra menghadirkan konsep trilogi musik dan visual yang memadukan tiga lagu dalam rangkaian film pendek yang saling terhubung.

Chandra ingin menghadirkan pengalaman berbeda bagi penikmat musik dengan menggabungkan kekuatan lagu dan cerita visual. Ia berharap karya tersebut tidak hanya dinikmati melalui musik, tetapi juga mampu membawa penonton menyelami kisah di balik setiap lagu.

“Saya selalu percaya bahwa lagu itu punya cerita. Setelah sekian lama berada di dunia musik dan pertunjukan, saya ingin membawa cerita tersebut lebih jauh. Bukan hanya didengar, tetapi juga bisa dilihat, dirasakan, dan diikuti perjalanannya,” ujar Chandra Satria di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Penyanyi yang telah berkarya hampir tiga dekade ini mengaku sudah lama ingin mewujudkan konsep tersebut. Ia baru memberanikan diri memulai proyek itu pada tahun lalu setelah mempertimbangkan berbagai hal, termasuk biaya produksi.

“Keinginan bikin konsep ini sudah lama, cuma kan UUD ya (ujung-ujungnya duit). Tahun lalu memberanikan diri memulai ide ini,” kata Chandra.

Gagasan tu semakin matang usai Chandra merampungkan rekaman sejumlah lagu bersama musisi ternama, termasuk penyanyi legendaris Malaysia Sheila Majid dan Dewi Lestari. Dari lagu-lagu yang telah selesai direkam, ia kemudian terpikir untuk mengembangkannya menjadi sebuah cerita pendek yang utuh.

“Tahun lalu duet sama Sheila Majid, lagu kedua dengan lagu Dan, lalu lagu dengan Dewi Lestari. Jadi setelah lagu itu jadi, berpikir bagaimana ya. Gue ingin bikin ini jadi cerita pendek,” jelasnya.

 


Alur dengan Struktur Tiga Babak

Chandra Satria Rilis Proyek Trilogi Dan Bila Esok, Gandeng Sheila Majid hingga Titien Wattimena

Dalam merealisasikan konsep proyek tersebut, Chandra menggandeng penulis skenario Titien Wattimena dan sutradara Agung Sentausa. Ia mengaku bersyukur kedua sineas itu bersedia membantu menyatukan tiga lagu ke dalam satu rangkaian cerita sinematik.

“Akhirnya konsultasi sama Mbak Titin sama Agung. Akhirnya nekat membuat trilogi ini. Jadi ini tiga lagu yang digabung jadi satu. Aku juga terima kasih sama teman-teman yang main di sini,” imbuh Chandra.

Lanjut Baca:

Titien Wattimena kemudian menyusun alur cerita dengan menggunakan struktur tiga babak. Menurutnya, format tersebut memungkinkan setiap bagian memiliki cerita yang saling berkaitan sekaligus tetap dapat dinikmati secara mandiri. “Awalnya ketika Chan datang ke aku, untung cuma tiga ya. Kebetulan karena cuma tiga, secara penulisan cerita bisa pakai struktur tiga babak lah,” ungkap Titien. Meski demikian, Titien mengaku perlu memastikan setiap babak tetap memiliki kekuatan cerita ketika ditonton secara terpisah. Ia berupaya menyusun narasi sesederhana mungkin agar pesan yang disampaikan tetap mampu menyentuh perasaan penonton. “Tapi tantangannya setiap babak ketika dilepas harus bisa berdiri sendiri. Secara cerita kita mencoba mencari sesederhana mungkin tapi insyaallah bisa menyentuh perasaan sih,” tutur Titien.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya