Lapor Prabowo, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Bahlil melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa stok BBM nasional aman, dengan ketahanan Pertalite mencapai 16–18 hari dan BBM nonsubsidi di atas standar.

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 23 Oktober 2026, 20:40 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: Biro Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, melaporkan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Pasokan BBM nonsubsidi bahkan dipastikan melampaui standar minimum nasional.

Bahlil menerangkan bahwa ketahanan stok BBM bersubsidi jenis Biosolar maupun Pertalite (RON 90) saat ini berada di kisaran 16 hingga 18 hari. Sementara itu, ketersediaan BBM nonsubsidi dan jenis lainnya berada di atas 20 hari.

"Untuk cadangan BBM kita sekarang untuk Pertalite, Bapak Presiden, di angka 16 sampai 18 hari. Ini yang subsidi, RON 90. Kalau yang lainnya semua di atas standar minimum nasional," ujar Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna yang ditayangkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (23/10/2026).

Selain BBM, ketersediaan LPG nasional dilaporkan berada di atas rata-rata 13 hari, dengan cadangan komoditas energi lainnya mencapai lebih dari 20 hari.

Urai Antrean di Bali dan Solusi Logistik

Resmi Dilantik Prabowo, Bahlil Lahadalia Rangkap Dua Jabatan Menteri

 

Bahlil juga menyampaikan penanganan cepat atas kendala antrean pengisian BBM yang sempat terjadi di Bali. Keterlambatan kapal pengangkut dari Jawa sempat menekan ketahanan stok lokal hingga tersisa 3 sampai 4 hari.

Pemerintah bergerak cepat dengan memperkuat armada dan menambah pasokan ke Pulau Dewata, sehingga ketahanan stok Bali melonjak menjadi 11 hingga 12 hari dan antrean kendaraan di SPBU mulai terurai.

"Alhamdulillah hari ini di Bali, Bapak Presiden, stoknya sudah mencapai 12 hari," ungkap Bahlil.

Melalui koordinasi intensif antara Ditjen Migas dan BPH Migas, pemerintah menargetkan ketahanan cadangan BBM di Bali meningkat hingga 15 hari untuk mencegah gangguan pasokan berulang.

"Kalau cadangan nasional kita di atas 16–18 hari, sekarang yang kita perlancar adalah proses distribusinya. Kita akan bekerja maksimal agar hal-hal yang tidak diinginkan tersebut tidak terulang kembali," tegas Bahlil saat meninjau langsung ke Bali.

Alihkan Jalur Pengiriman Kendala Cuaca dan Sungai

Pemerintah turut memetakan hambatan distribusi energi di wilayah lain akibat faktor cuaca dan kondisi geografis. Salah satu kendala utama adalah pendangkalan sungai di Kalimantan dan wilayah Asmat, Papua, yang menghambat kapal pengangkut berukuran besar. 

Sebagai solusinya, Pertamina mengalihkan sebagian pengiriman pasokan melalui jalur darat serta mengoperasikan kapal berukuran lebih kecil. Penyesuaian armada ini juga dilakukan untuk menjaga pasokan ke sejumlah titik di Sulawesi dan Sumatra.

Di sisi lain, Bahlil mengungkapkan bahwa Indonesia kini telah mandiri memenuhi seluruh kebutuhan Solar tanpa perlu impor. Meski pasokan Pertalite sebagian masih didatangkan dari luar negeri, pemerintah berkomitmen memperketat pemantauan jadwal kedatangan kapal dan kesiapan armada demi menjamin kelancaran energi nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya