Sukabumi Ogah Buru-buru Resmikan Koperasi Merah Putih, Ini Alasannya

88 Koperasi Merah Putih di Sukabumi masuk catatan khusus.

oleh FIRA SYAHRINDiterbitkan 23 Oktober 2026, 18:29 WIB
Koperasi Merah Putih di Sukabumi

Liputan6.com, Jakarta - Proses verifikasi kelayakan operasional Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sukabumi mengungkap sejumlah temuan. Tim audit gabungan mencatat banyak bangunan yang belum sepenuhnya siap dan harus masuk dalam catatan khusus pemerintah daerah.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, membenarkan adanya sejumlah kendala dari hasil inspeksi gelombang pertama terhadap 88 gerai tersebut.

"Rata-rata temuan tim kami di lapangan masuk ke dalam kategori layak dengan catatan," ungkap Sri Hastuty saat memberikan keterangan, Jumat (23/10/2026).

Menurut Sri, catatan khusus tersebut umumnya berkaitan dengan belum tuntasnya pekerjaan fisik bangunan.

Selain itu, kebutuhan dasar agar gerai bisa langsung beroperasi juga belum terpenuhi secara maksimal di lokasi.

"Ada catatan evaluasi, baik menyangkut fisik gedung maupun kelengkapan peralatan yang masih belum komplet," jelas dia.

Pengecekan maraton ini dilakukan oleh tim bentukan Sekretaris Daerah Sukabumi sejak pertengahan Oktober.

Fokus utama mereka bukan sekadar melihat bangunan yang sudah berdiri, tetapi juga memeriksa keabsahan surat-surat.

"Tim yang turun bertugas menilai keabsahan dokumen lahan, ketahanan fisik, hingga unit kendaraan operasional," tegas Sri.

Secara keseluruhan, proyek inisiatif PT Agrinas Pangan Nusantara dan jajaran TNI ini memiliki target 269 gerai di Sukabumi.

Berdasarkan laporan terakhir, sebanyak 251 unit di antaranya memang sudah rampung secara konstruksi.

Meski pemerintah pusat mendorong agar ratusan gerai tersebut segera diresmikan, Pemkab Sukabumi memilih tetap bersikap objektif dan tidak terburu-buru mengeluarkan izin.

"Pusat memang ingin menyegerakan, tapi kami harus menyesuaikan dengan kondisi dan fakta kelayakan riil di lapangan," kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya