Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan langkah penindakan terhadap berbagai pelanggaran dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 353 orang telah diberhentikan dengan tidak hormat, 13 orang ditetapkan sebagai tersangka, dan 203 orang diperiksa Kejaksaan Agung. Sementara itu, 2.600 orang lainnya masih menjalani pemeriksaan Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN).
Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Ia menegaskan, pembenahan pelaksanaan MBG harus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu karena program tersebut menyangkut masa depan anak-anak Indonesia.
Advertisement
“Jangan ragu-ragu. Pecat, bersihkan, sampai bersih. MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita,” kata Prabowo dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (23/10/2026).
Dalam sidang tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintahannya berada di jalur yang tepat dalam menjalankan berbagai kebijakan strategis. Ia menyoroti upaya mewujudkan swasembada pangan, penguatan Danantara, serta penerapan ekspor satu pintu untuk menjaga kepentingan nasional.
“Saudara-saudara, apa yang kita lakukan ini untuk keselamatan kita. Swasembada pangan, Danantara, ekspor satu pintu. Begitu banyak keberhasilan kita. Jadi saya minta, jangan kita minder lagi. Kita, we are on the right track,” ujarnya.
Di sektor ekonomi kerakyatan, Prabowo mengapresiasi perkembangan 10 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang telah beroperasi.
Sementara itu, di bidang perumahan dan pendidikan, pemerintah mencatat program bedah rumah telah mencapai sekitar 440 ribu unit. Renovasi sekolah juga hampir menyentuh 90 ribu unit selama dua tahun pemerintahan.
Pembangunan infrastruktur penghubung antardesa turut menjadi perhatian. Prabowo mengapresiasi kinerja Satuan Tugas Jembatan yang telah membangun hampir 5.000 jembatan untuk menghubungkan sekitar 12 ribu desa.
“Saya terima kasih Satgas Jembatan, ketuanya Pak Maruli, terima kasih berhasil sekarang sudah mendekati 5 ribu jembatan,” kata Prabowo.
Sektor Kesehatan
Di sektor kesehatan, pemerintah telah menganggarkan pembangunan 66 rumah sakit daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 rumah sakit dilaporkan telah selesai dibangun.
Pemerintah juga mendorong pengembangan mal pelayanan publik dan digitalisasi pemerintahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial.
Menutup arahannya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran kabinet serta sejumlah tokoh nasional yang bergabung dalam Dewan Pertimbangan Presiden, di antaranya Chairul Tanjung, Wiranto, dan Hatta Rajasa.
“Terima kasih tokoh-tokoh nasional yang bergabung di Dewan Pertimbangan Presiden, ini kehormatan bagi saya, begitu banyak tokoh-tokoh nasional, terima kasih, ada Pak Chairul Tanjung, ada Pak Wiranto, ada Pak Hatta Rajasa,” ucapnya.
Prabowo mengingatkan bahwa pemerintah masih menghadapi banyak pekerjaan rumah dan tantangan pembangunan. Ia meminta seluruh jajaran untuk memperkuat kerja sama dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut.
“Jadi, pekerjaan banyak, tantangan banyak, kelemahan kita banyak, kerja sama. Kita atasi bersama, ya. We have to work as a team,” pungkasnya.