Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah direksi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menambah kepemilikan saham. Salah satunya Direktur Utama PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Agoes Projosasmito. Ia menambah kepemilikan saham BRMS pada 22 Oktober 2026.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/10/2026), Direktur Utama PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Agoes Projosasmito membeli saham BRMS dalam dua kali transaksi. Pertama, ia membeli 3,3 juta saham BRMS dengan harga Rp 448 per saham. Aksi beli saham BRMS itu berlanjut pada hari yang sama 22 Oktober 2026. Ia membeli 2,2 juta saham BRMS dengan harga Rp 446 per saham. Dengan demikian, total pembelian saham BRMS mencapai 5,5 juta dengan nilai transaksi Rp 2,45 miliar.
Advertisement
"Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian mengutip keterbukaan informasi BEI.
Kini Agoes Projosasmito memiliki 5.500.000 juta saham BRMS atau setara 0,0039%. Sebelumnya, ia belum memiliki saham BRMS.
Selain itu, Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk, Muhammad Sulthon membeli 120.000 saham BRMS dengan harga Rp 426 per saham pada 21 Oktober 2026. Dengan demikian, nilai pembelian saham BRMS mencapai Rp 51,1 juta. Tujuan transaksi pembelian saham BRMS ini untuk investasi dengan status kepemilikan langsung.
Kini Muhammad Sulthon memiliki 620.500 saham BRMS dari sebelumnya 500.500.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 23 Oktober 2026, harga saham BRMS stagnan di Rp 432 per saham. Harga saham BRMS dibuka melemah dua poin ke posisi Rp 430 per saham. Harga saham BRMS berada di level tertinggi Rp 444 dan terendah Rp 426 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 17.402 kali dengan volume perdagangan saham 3.838.491 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 166,6 miliar.
Pekan Depan Bakal Rilis Laporan Keuangan
Pada September 2026, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sudah menyampaikan kegiatan pushback nya di lokasi tambang emas terbuka di Palu telah diselesaikan pada akhir Juli 2026. Oleh karenanya, sejak akhir Juli 2026 lalu, Perusahaan telah mulai menambang bijih dengan kadar emas yang lebih tinggi dari lokasi tambang terbukanya di Palu.
"Minggu depan BRMS berencana untuk menerbitkan laporan keuangan dan kinerja produksi nya untuk kuartal ketiga 2026," ujar Direktur & Chief Investor Relations Officer PT Bumi Resources Minerals Tbk, Herwin Wahyu Hidayat dalam keterangan resmi Perseroan, dikutip Jumat, (23/10/2026).
Ia menuturkan, pihaknya berharap untuk dapat membukukan peningkatan produksi dan kenaikan pendapatan yang cukup signifikan pada kuartal ketiga 2026 dibandingkan kuartal kedua 2026. BRMS juga menargetkan untuk membukukan laba bersih (net profit) yang cukup baik pada kuartal ketiga 2026 dibandingkan rugi bersih kuartal kedua 2026.
Bulan lalu, BRMS juga telah memberikan paparan atas kemajuan konstruksi proyek tambang emas bawah tanahnya di Palu. Perusahaan berencana untuk dapat mulai menambang bijih-bijih berkadar emas tinggi (di atas 3,2 g/t) dari lokasi tambang bawah tanahnya pada pertengahan 2027. Selain itu peningkatankapasitas salah satu pabrik emas BRMS (dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari) diharapkan dapat mulai beroperasi pada awal 2027.
BRMS berkeyakinan untuk dapat melanjutkan peningkatan produksi emas dan melanjutkan tren kinerja keuangan yang semakin membaik pada semester kedua 2026, 2027, dan 2028.