Liputan6.com, Jakarta - Kreativitas bukan lagi sekadar hiburan pelepas penat, melainkan mesin penggerak utama yang mampu memutar roda perekonomian Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, menggeliatnya industri kreatif dan berbagai agenda skala besar di Ibu Kota telah memberikan dampak finansial yang konkret bagi masyarakat.
Advertisement
"September lalu, kita mengadakan Pestapora, dan kita juga kedatangan The Weeknd selama dua hari di Jakarta International Stadium, yang berlangsung pada hari yang sama. Konser itu menghasilkan perputaran ekonomi hampir Rp 250 miliar hanya dalam satu pekan," kata dia di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Geliat di ibu kota dipastikan belum akan mereda. Pada akhir pekan ini, Jakarta bersiap memanjakan ribuan pecinta olahraga dan musik secara bersamaan melalui Jakarta Running Festival (JRF), serta konser Kanye West bertajuk Ye Live in Jakarta.
"Kami akan laksanakan acara Jakarta Running Festival atau biasa kita sebut sebagai JRF yang kerap dijuluki 'Lebarannya para pelari', lalu ada konser Ye Live in Jakarta yang menjadi satu-satunya pemberhentian di Asia Tenggara dan Oseania dalam tur tahun 2026-nya," ungkap Pramono.
Daya pikat Jakarta sebagai magnet pertunjukan internasional akan berlanjut hingga penghujung tahun dan awal tahun depan. Panggung hiburan bakal diguncang oleh penampilan Guns N' Roses pada November, disusul kehadiran BTS bertajuk "BTS World Tour 'Arirang' in Jakarta, serta Westlife pada Januari 2027.
"Ini menandakan bahwa Jakarta kini telah menjadi episentrum acara kreativitas di Indonesia," ungkap Pramono.
Tak berhenti pada pertunjukan musik dan olahraga, potensi ekonomi dari tradisi belanja tahunan juga terus dimaksimalkan.
"Jakarta Fair di Kemayoran membukukan transaksi sebesar Rp 8,2 triliun dan menarik 6,1 juta pengunjung. Sementara itu, Jakarta Great Sale menghasilkan transaksi sebesar Rp 26,8 triliun," jelas dia.
Melihat capaian luar biasa tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana menghidupkan kembali tradisi belanja Jakarta Great Sale yang dijadwalkan berlangsung maraton mulai awal Desember hingga Maret mendatang.
"Jadi silakan, siapa pun dari mana saja, datanglah ke Jakarta," kata Pramono.
Ibu Kota yang Ramah
Pramono berharap ke depannya Jakarta bisa menjadi kota yang ramah bagi artis Internasional.
“Kami ingin Jakarta menjadi kota yang menyambut hangat artis internasional dan investor, tempat di mana kreator lokal dapat menembus kancah dunia, dan tempat di mana usaha kecil memiliki ruang untuk bertumbuh, seperti saat ini,” kata dia.
Pramono mengatakan, jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak membuka diri untuk mempermudah perizinan dan pengelolaan, ia menyebut konser itu tidak akan mungkin terselenggara di Jakarta.
“Ini adalah pertama kalinya BTS tampil di Jakarta selama tiga hari penuh,” ujar Pramono.
Pramono menjelaskan pada perayaan tahun depan yang ke-500. Ia ingin memperkenalkan kebudayaan, kreativitas, dan masyarakat Jakarta kepada dunia.
“Bagi saya, keberhasilan sebuah kota kreatif tidak hanya diukur dari banyaknya acara yang diselenggarakan atau seberapa besar investasi yang ditarik, melainkan diukur dari seberapa banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaat dari peluang tersebut,” kata Pramono.
Selain itu, Pramono pun yakin jika persepsi orang terhadap Jakarta kini telah berubah berkat kemajuan transportasinya.