Liputan6.com, Jakarta - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere melalui Pos SAR Manggarai Barat bersama Tim SAR Gabungan resmi menutup operasi pencarian hari kesepuluh terhadap kecelakaan kapal KM Feronia yang tenggelam di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan keputusan penutupan operasi diambil setelah Tim SAR Gabungan melaksanakan berbagai upaya pencarian selama sepuluh hari dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil operasi.
Advertisement
Kapal tradisional phinsi pengangkut penumpang wisata KM Feronia dengan GT 51 tersebut mengalami kecelakaan saat berlayar dari Pelabuhan Marina menuju Dermaga Pulau Rinca pada 13/10/2026. Berdasarkan informasi yang diterima, kapal melintasi pusaran arus, kemudian miring, terbalik, dan akhirnya tenggelam.
Kapal tersebut membawa 30 orang atau person on board (POB), terdiri atas 5 anak buah kapal (ABK) dan 25 penumpang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, sementara satu penumpang atas nama Veronica Beatrix Jessica, masih dinyatakan hilang.
“Berdasarkan hasil evaluasi terhadap seluruh upaya pencarian yang telah dilaksanakan, kami belum menemukan tanda-tanda keberadaan KM Feronia maupun korban yang masih dinyatakan hilang. Setelah mempertimbangkan seluruh hasil operasi dan melakukan evaluasi bersama, Operasi SAR resmi kami tutup pada hari kesepuluh,” ujar Fathur Rahman.
Dia menegaskan penutupan operasi SAR ini tidak berarti status korban tidak akan berubah lagi. Apabila di kemudian hari terdapat informasi atau tanda-tanda yang mengarah pada penemuan korban, maka operasi SAR akan dibuka kembali.
Gunakan Teknologi Bawah Air
Pada pelaksanaan operasi hari kesepuluh, Kamis (22/10), Tim SAR Gabungan kembali mengoptimalkan pencarian melalui penyisiran perairan, pengamatan visual, serta penggunaan peralatan pendeteksi bawah air.
Pencarian didukung oleh Remotely Operated Vehicle (ROV), Multi Beam Sonar (MBS), Side Scan Sonar (SSS), serta peralatan sonar lainnya. ROV diturunkan beberapa kali untuk memeriksa dasar laut pada kedalaman sekitar 80 hingga 84 meter.
Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah kendala teknis, antara lain hilangnya sinyal ROV dan tersangkutnya perangkat pada tali jangkar. Meskipun demikian, upaya pencarian terus dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi lapangan dan keselamatan personel.
Hingga evaluasi akhir, hasil pencarian menggunakan ROV dan peralatan sonar belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan KM Feronia di area yang diperiksa. Serta terdapat arus yang deras di bawah permukaan air dan jarak pandang dibawah air yang sangat terbatas cahaya.
226 Personel SAR Gabungan Dikerahkan
Selama pelaksanaan operasi, sebanyak 226 personel SAR Gabungan, termasuk 27 penyelam, terlibat dalam upaya pencarian dan penanganan kecelakaan kapal tersebut.
Unsur yang terlibat berasal dari Kantor SAR Maumere, TNI AL, TNI AU, Polri, KSOP Labuan Bajo, KKP Kupang, Distrik Navigasi Kupang, BPOLBF Labuan Bajo, BMKG, BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat, PHC Labuan Bajo, SROP Labuan Bajo, P3KOM Labuan Bajo, operator kapal, relawan, serta unsur pendukung lainnya.
Dukungan penyelaman melibatkan penyelam dari Kantor SAR Maumere, Lanal Labuan Bajo, TNI AL Koarmada II Surabaya, dan P3KOM Labuan Bajo.
Fathur Rahman mengapresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan, TNI-Polri, instansi terkait, operator kapal, relawan, serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan operasi.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan memberikan dukungan selama operasi berlangsung. Komitmen Kantor SAR Maumere dan Tim SAR Gabungan untuk memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat akan terus dilaksanakan dengan mengedepankan profesionalisme, koordinasi, dan keselamatan personel,” tandas Fathur.