Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia.
Prakirawan BMKG Alya Sausan menyampaikan, untuk wilayah Sumatra, cuaca di Jambi, Pangkalpinang, Palembang, Bengkulu, dan Bandar Lampung diprakirakan berupa udara kabur.
Advertisement
"Hujan ringan diprakirakan mengguyur wilayah Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, dan Padang," kata Alya, dilansir Antara, Jumat (23/10/2026).
Beralih ke Pulau Jawa, cuaca di Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta diprakirakan berawan tebal. Sementara itu, Serang, Jakarta, dan Bandung berpotensi mengalami hujan ringan.
Untuk wilayah Kalimantan, terdapat potensi udara kabur di Samarinda dan Banjarmasin, serta hujan ringan di Pontianak.
"Waspadai hujan petir di Tanjung Selor, serta asap atau kabut di wilayah Palangkaraya," ujar Alya.
Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, cuaca di Denpasar dan Mataram diprakirakan mengalami hujan ringan, sedangkan Kupang berpotensi berawan tebal.
Sementara itu, cuaca di wilayah Sulawesi diprakirakan berawan di Makassar, berawan tebal di Gorontalo, serta udara kabur di Palu dan Manado.
"Hujan ringan diprakirakan akan mengguyur wilayah Mamuju, sedangkan asap atau kabut berpotensi melanda Kendari," tuturnya.
Untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara, Ternate diprakirakan berawan tebal, sedangkan Ambon berpotensi mengalami udara kabur.
Beralih ke Papua, cuaca di Jayapura, Nabire, dan Jayawijaya diprakirakan berupa udara kabur. Sementara itu, hujan ringan berpotensi mengguyur Sorong, Manokwari, dan Merauke.
BMKG Ingatkan Potensi Awan CumulonimbusBMKG juga mengingatkan pengguna transportasi udara untuk mewaspadai awan cumulonimbus yang berpotensi terbentuk di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Sumatra, dan Laut Natuna Utara.
Potensi awan tersebut juga perlu diwaspadai di wilayah Kalimantan Utara, Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
"Untuk itu, selalu ikuti informasi terbaru perkembangan cuaca dari bandara dan maskapai penerbangan," katanya.