Ruben Amorim Murka AC Milan Dibantai Bournemouth, Sebut Laga Sudah Berakhir dalam 20 Menit

AC Milan kalah telak ketika away ke Inggris menghadapi Bournemouth di ajang Liga Europa musim 2026/2027.

oleh ThomasDiterbitkan 23 Oktober 2026, 06:18 WIB
Pelatih kepala AC Milan, Ruben Amorim. (Foto AP/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya menelan kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth pada laga Liga Europa, Kamis (22/10/2026). Juru taktik asal Portugal itu menilai pertandingan praktis sudah berakhir ketika laga baru berjalan 20 menit.

Bertandang ke markas Bournemouth, AC Milan justru mengalami malam yang sulit. Dua penalti dan kartu merah yang diterima kiper Mike Maignan membuat Rossoneri kesulitan mengembangkan permainan.

Bournemouth membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Justin Kluivert pada menit kedelapan. Situasi AC Milan semakin memburuk setelah Maignan diganjar kartu merah langsung, yang sekaligus memberikan kesempatan bagi tuan rumah untuk mendapatkan penalti kedua.

Marcus Tavernier sukses menjalankan tugasnya dari titik putih untuk menggandakan keunggulan Bournemouth. Bermain dengan 10 pemain, AC Milan berusaha bertahan sekaligus mencari peluang untuk memperkecil ketertinggalan.

Namun, upaya tim besutan Amorim itu tidak membuahkan hasil. Amine Adli memastikan kemenangan Bournemouth menjadi 3-0 melalui gol pada menit ke-84.

Hasil tersebut menjadi pukulan bagi AC Milan yang datang dengan harapan membawa pulang hasil positif dari Inggris.


Amorim Akui AC Milan Kehilangan Kendali

Bek AC Milan, Davide Bartesaghi (33), menunjukkan reaksi seusai pertandingan Liga Europa UEFA antara Bournemouth melawan AC Milan di Stadion Vitality, Bournemouth, Inggris selatan, Jumat (23/10/2026). (Glyn Kirk / AFP)

 Seusai pertandingan, Amorim secara terbuka mengakui bahwa penampilan anak asuhnya jauh dari harapan. Ia menilai situasi pertandingan berubah drastis dalam waktu singkat sehingga Milan kesulitan untuk bangkit.

"Penampilan kami tidak bagus karena pertandingan sudah berakhir setelah 20 menit," ujar Amorim kepada UEFA.

Meski demikian, Amorim menilai para pemainnya masih berusaha menunjukkan perlawanan setelah harus bermain dengan 10 orang. AC Milan mencoba menjaga pertahanan dan mengambil risiko untuk menekan lawan pada fase akhir pertandingan.

Sayangnya, tendangan bebas yang berujung gol ketiga Bournemouth semakin mengubur peluang Milan untuk memperbaiki hasil.

Amorim pun mengakui timnya harus belajar dari kekalahan tersebut, terutama agar tidak kembali menempatkan diri dalam situasi sulit akibat kartu merah.

"Kami harus mengambil pelajaran dari pertandingan ini dan tidak boleh menempatkan diri dalam situasi seperti itu lagi setelah kartu merah," tegasnya.


Fokus ke Liga Domestik dan Laga Berikutnya

Kekalahan dari Bournemouth menjadi bahan evaluasi penting bagi Amorim dan skuad AC Milan. Sang pelatih meminta para pemain segera memulihkan kondisi serta mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya.

Selain menjalani agenda di kompetisi domestik, AC Milan juga harus bersiap menghadapi Ferencvaros pada pertandingan Liga Europa selanjutnya.

Amorim menegaskan timnya tetap memiliki target untuk meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut. Ia berharap kekalahan dari Bournemouth menjadi pelajaran berharga agar Milan dapat tampil lebih disiplin dan kompetitif.

"Kami harus pulih dan memikirkan pertandingan berikutnya. Sekarang kami harus fokus ke liga, kemudian berusaha memenangkan pertandingan Liga Europa berikutnya melawan Ferencvaros, seperti yang selalu kami lakukan di setiap pertandingan," tutur Amorim.

Bagi AC Milan, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa kesalahan pada awal pertandingan dapat berdampak besar terhadap keseluruhan permainan. Amorim kini dituntut segera menemukan solusi agar Rossoneri mampu bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya