Liputan6.com, Tokyo - Kesalahan pemutaran lagu kebangsaan kembali terjadi dalam ajang Asian Para Games di Nagoya, Jepang. Lagu kebangsaan yang salah diputar sebanyak tiga kali sepanjang pekan ini, memicu permintaan maaf dari Wali Kota Nagoya Ichiro Hirosawa, beberapa pekan setelah kota tersebut menjadi tuan rumah Asian Games yang juga diwarnai berbagai masalah penyelenggaraan.
Dikutip dari Al Jazeera, Jumat (23/10/2026), Hirosawa menyampaikan permintaan maaf pada Rabu atas kesalahan terbaru tersebut. Padahal, para pejabat sebelumnya telah berjanji menerapkan langkah-langkah pencegahan agar kesalahan serupa tidak terulang, termasuk dalam pemutaran lagu kebangsaan.
Advertisement
“Hal-hal seperti ini terjadi selama Asian Games, sehingga tentu saja operasionalnya telah ditinjau dan dievaluasi berdasarkan pelajaran yang diperoleh. Fakta bahwa hal ini terjadi lagi benar-benar tidak dapat diterima,” kata Hirosawa dalam konferensi pers.
Asian Para Games berlangsung di Nagoya, kota pusat di Jepang bagian tengah, hingga Sabtu. Ajang tersebut diikuti sekitar 4.000 atlet dan pejabat dalam 18 cabang olahraga.
Lagu Iran Diputar Saat Atlet Taiwan dan Mongolia Raih Emas
Pada Senin, lagu kebangsaan Iran diputar secara penuh saat seorang atlet Taiwan meraih kemenangan dalam pertandingan taekwondo putra di nomor para taekwondo. Pejabat Nagoya mengungkapkan kesalahan tersebut dalam konferensi pers wali kota.
Menurut mereka, kesalahan baru disadari setelah upacara selesai.
Pada hari yang sama, lagu kebangsaan Iran kembali diputar dalam upacara penyerahan medali emas nomor para taekwondo putri, saat atlet Mongolia menerima medali emas.
Pihak kota menyebut pemutaran lagu yang salah dihentikan setelah delegasi Mongolia menunjukkan kekeliruan tersebut. Panitia kemudian memutar lagu kebangsaan Mongolia setelah menerima berkas musik dari delegasi negara tersebut.
Dalam insiden terpisah pada Senin, lagu kebangsaan Korea Selatan diputar selama sekitar lima detik, menggantikan lagu kebangsaan China sebelum pertandingan voli duduk antara China dan Iran.
“Ini tidak dapat diterima, atau lebih tepatnya, sangat menyakitkan. Saya benar-benar minta maaf atas hal ini,” kata Hirosawa.
Meski demikian, ia menambahkan bahwa secara keseluruhan penyelenggaraan turnamen berjalan lancar.
Asian Games Sebelumnya Diwarnai Masalah
Asian Games yang berakhir pada awal Oktober juga menghadapi kritik keras atas sejumlah kekurangan dalam penyelenggaraannya. Masalah tersebut mencakup fasilitas akomodasi atlet yang dinilai tidak memadai hingga kesalahan pemutaran lagu kebangsaan.
Pada 18 September, panitia bahkan memutar lagu kebangsaan Korea Utara untuk tim hoki Korea Selatan.