60 Cabor Siap Dipertandingkan, Banten Perketat Verifikasi Atlet dan Venue

Proses verifikasi atlet akan diperketat di Porprov Banten 2026 yang mempertandingkan 60 cabang olahraga.

oleh ThomasDiterbitkan 22 Oktober 2026, 14:22 WIB
KONI Banten

Liputan6.com, Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten terus mengakselerasi persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Verifikasi keabsahan atlet hingga kelayakan venue menjadi perhatian utama menjelang pesta olahraga yang dijadwalkan berlangsung pada 15–23 November 2026.

Bersama Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) serta Panitia Besar Porprov, KONI Banten melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyelenggaraan berjalan sesuai ketentuan. Langkah ini juga ditujukan untuk menjaga sportivitas, keselamatan atlet, serta kualitas pertandingan.

Ketua Umum KONI Banten, Agus Rasyid, mengatakan pihaknya akan kembali turun langsung ke Tangerang Selatan untuk memeriksa perkembangan kesiapan tuan rumah.

“Minggu ini juga kita dari KONI Banten akan turun ke sana, akan mencoba memverifikasi kembali, sudah sejauh mana kesiapan di Tangerang Selatan,” kata Agus dalam wawancara di Serang.

Porprov VII Banten akan diikuti kontingen dari delapan kabupaten dan kota. Ajang tahun ini mempertandingkan 60 cabang olahraga (cabor), meningkat dibandingkan Porprov VI Banten pada 2022 yang menggelar 45 cabor.

Peningkatan jumlah cabang olahraga tersebut membuat koordinasi penyelenggaraan, kesiapan fasilitas, serta pengawasan peserta menjadi aspek penting yang harus dituntaskan sebelum kompetisi dimulai.


Verifikasi Atlet Jadi Prioritas

Ketua Panwasrah Porprov VII Banten, Roni Alfianto, menjelaskan pengawasan terhadap peserta telah dilakukan sejak tahap pendaftaran atlet dan kontingen. Pemeriksaan mencakup kelengkapan administrasi, identitas kependudukan, hingga ketentuan perpindahan atlet.

Menurut Roni, keabsahan atlet menjadi persoalan krusial karena hasil Porprov diharapkan menjadi salah satu dasar pembinaan dan penjaringan atlet yang akan memperkuat Banten pada ajang nasional.

“Yang pertama status atlet. Status atlet itu sangat penting karena atlet ini yang akan digunakan Provinsi Banten nanti memperkuat Provinsi Banten di ajang PON,” ujar Roni.

Dalam perkembangan verifikasi saat wawancara dilakukan, sekitar 95 persen data atlet telah lolos pemeriksaan administrasi, sedangkan sekitar 5 persen lainnya masih memerlukan verifikasi lanjutan.

Roni menyebut dari lebih dari 6.000 data atlet yang diperiksa, sekitar 300 pendaftaran masih harus ditindaklanjuti. Angka tersebut merupakan perkembangan sementara, bukan hasil akhir proses verifikasi.

Lanjut Baca:

Panwasrah juga merekomendasikan penyesuaian waktu administrasi untuk membantu peserta yang masih menghadapi kendala dokumen maupun penggunaan sistem pendaftaran berbasis teknologi informasi. “Selama waktunya masih ada, kita harus fleksibel, tapi tidak menambah aturan,” kata Roni. Apabila muncul keberatan atas hasil verifikasi, pihak terkait dapat menggunakan mekanisme masa sanggah dan mengajukan persoalan kepada Dewan Hakim sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, persyaratan usia atlet tetap mengacu pada regulasi pengurus pusat masing-masing cabang olahraga.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya