Liputan6.com, Jakarta - Di tengah ketegangan, kehamilan Arina menghadirkan momen manis sekaligus menggelikan. Ia meminta Fico mengajarinya dasar-dasar bela diri, lalu mendadak mengidam dodol Cianjur hingga Fico rela menghentikan rapat dan mengantarnya mencari oleh-oleh pada malam hari. Keduanya sempat membayangkan kehidupan bahagia bersama anak-anak mereka. Tanpa mereka sadari, Baskara membuntuti perjalanan itu. Ketika Fico sedang membayar belanjaan, Baskara mendekati Arina dan mengancam bahwa bayi dalam kandungannya tidak akan pernah lahir. Arina melawan dengan berani hingga Baskara melarikan diri. Namun, kemarahannya berubah menjadi aksi nekat. Ia mengarahkan mobilnya untuk menabrak Arina. Fico berhasil menyelamatkan istrinya pada detik terakhir.
Guncangan itu membuat Arina ketakutan dan menangis dalam pelukan Fico. Sementara Baskara diam-diam menyiapkan rencana mengerikan menjelang ulang tahun Fico pada 25 Oktober, Aldo menyadari bahwa alat penyadap tersebut memiliki jangkauan pendek. Kecurigaannya mengarah pada sebuah rumah kosong tepat di seberang kediaman Fico, tempat sebuah mobil misterius terlihat keluar. Fico dan Aldo menyelidiki rumah itu pada malam hari. Mereka menemukan tanda-tanda keberadaan seseorang, lalu berhadapan dengan Baskara dan anak buahnya dalam kegelapan. Perkelahian pun pecah, tetapi Baskara berhasil kabur setelah membuat Fico terpeleset di lantai yang berminyak.
Advertisement
Pada saat bersamaan, Arina terbangun dari mimpi buruk tentang dirinya dan bayinya yang terancam dibunuh. Ketika Fico tidak ada di sisinya, ia panik dan merasa ditinggalkan. Fico akhirnya pulang, meminta maaf, dan kembali berjanji akan menjaga Arina. Namun, bahaya belum berakhir. Saat Aldo kembali untuk mengunci rumah kosong tersebut, Baskara muncul diam-diam dan mendekatinya. Aldo, yang belum mengetahui identitas pria itu, kini justru berada dalam ancaman langsung.