Liputan6.com, Jakarta - Ariana berjalan dengan cepat ke arah berlawanan, tak peduli hujan mulai membasahi tubuhnya. Davin mengejar Ariana sambil berteriak memanggil namanya.
"Kamu pikir gampang dengerin semua hal yang kamu lakukan di belakang aku? Plan kamu buat aku? Gunain aku buat rencana kamu, sementara aku blindly percaya sama kamu, cinta sama kamu, tapi kamu gunain aku. Bahkan sekarang... ketika kamu menghancurkan hati saya... saya cinta sama kamu."
Advertisement
Ariana tiba di rumah. Dia berdiri di depan cermin dengan rambut yang masih basah. Dia terdiam memandang dirinya sendiri. Perkataan Davin masih terngiang-ngiang di kepalanya. Ariana tak menyalahkan Davin. Semua perasaan Davin valid. Ariana tak punya hak untuk meminta Davin segera mengerti atau bahkan memaafkannya.
Davin bersama Beno yang memberikan berkas-berkas yang sudah dia kumpulkan tentang Asti maupun Ariana. Beno mengatakan bahwa saat kejadian itu, Asti sedang hamil. Davin kaget bukan main.
Sementara itu, Ismi dan Virzha duduk di ruang tamu. Setelah duduk berhadapan, Ismi bertanya apa keperluan Virzha datang menemuinya. Mereka pun membicarakan Asti. Virzha menegaskan bahwa jika informasi itu benar, berarti Asti masih hidup. Ismi semakin panik karena kepolisian tahu Asti masih hidup. Dia takut Tamara mengetahui hal ini.