Tanam Padi dalam Galon, Inovasi Warga untuk Ketahanan Pangan

oleh Budy SantosoDiterbitkan 22 Oktober 2026, 15:00 WIB
Tanam Padi dalam Galon, Inovasi Warga untuk Ketahanan Pangan
Inovasi ketahanan pangan hadir melalui program menanam padi menggunakan galon yang digagas warga lokal, Jaenab dan Suparno. Didukung RT, RW, LMKM, Karang Taruna, serta para pemangku kepentingan setempat, program ini bermula dari pertemuan rutin Posyantek yang membahas ketahanan pangan. Untuk merealisasikan ide tersebut, warga belajar teknik budidaya padi dari Urban Farming Community Jakarta. Penanaman perdana dimulai pada 4 Desember 2025 dengan memanfaatkan 350 galon. Setelah sekitar tiga setengah bulan, panen pertama pada Maret 2026 menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah. Gabah kemudian dikeringkan dan digiling melalui kerja sama dengan komunitas serta penyuluh pertanian di Sukamakmur, Bogor. Beras organik premium yang dihasilkan sebagian disalurkan untuk membantu anak-anak stunting, dibagikan kepada pemangku kepentingan, dan dinikmati bersama komunitas pesantren. Hingga September 2026, program ini telah menjalani tiga kali panen. Ke depan, jumlah penanaman ditargetkan meningkat menjadi 1.700 galon, ditambah 400 galon bersama Bu Lurah menjelang musim panen raya berikutnya. Inisiatif ini menjadi contoh pemanfaatan ruang terbatas untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus kepedulian sosial.
Suparno dari Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna) Kreya Loka RPTRA Belimbing, Pasar Minggu, menyemprotkan tanaman padi yang terserang hama, Kamis (22/10/2026). Inovasi menanam padi dalam galon ini dilakukan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di lingkungan permukiman. Program yang digagas Jaenab berhasil menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah dari 350 galon pada panen perdana Maret 2026. (KLY/Budy Santoso)
Jaenap dari Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna) Kreya Loka RPTRA Belimbing, Pasar Minggu, menyiram tanaman padi digalon Kamis (22/10/2026). Inovasi menanam padi dalam galon ini dilakukan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di lingkungan permukiman. Program yang digagas Jaenab berhasil menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah dari 350 galon pada panen perdana Maret 2026. (KLY/Budy Santoso)
Hasil panen padi dalam galon tak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi komunitas, tetapi juga menjadi sarana berbagi. Sebagian beras organik premium dialokasikan untuk membantu anak-anak yang mengalami stunting di sekitar wilayah tersebut.(KLY/Budy Santoso)
Jaenap dari Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna) Kreya Loka RPTRA Belimbing, Pasar Minggu, menyemprotkan tanaman padi yang terkena hama, Kamis (22/10/2026). Inovasi menanam padi dalam galon ini dilakukan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di lingkungan permukiman. Program yang digagas Jaenab berhasil menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah dari 350 galon pada panen perdana Maret 2026. (KLY/Budy Santoso)
Suparno dari Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna) Kreya Loka RPTRA Belimbing, Pasar Minggu, menyemprotkan tanaman padi yang terserang hama, Kamis (22/10/2026). Inovasi menanam padi dalam galon ini dilakukan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di lingkungan permukiman. Program yang digagas Jaenab berhasil menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah dari 350 galon pada panen perdana Maret 2026. (KLY/Budy Santoso)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya