Mulai Alejandro Garnacho Hingga Jadon Sancho, Erik ten Hag Beberkan Semua Masalah di MU

Dua musim setelah meninggalkan Manchester United, Erik ten Hag bongkar rahasia yang melibatkan Alejandro Garnacho dan Jadon Sancho.

oleh Deniz AkbarDiterbitkan 22 Oktober 2026, 23:00 WIB
Pelatih Manchester United, Erik ten Hag bercanda dengan pemainnya, Alejandro Garnacho saat pergantian pemain pada laga Carabao Cup 2024/2025 melawan Barnsley di Old Trafford, Manchester, Inggris, Rabu (18/09/2024) WIB. (AFP/Paul Ellis)

Liputan6.com, Jakarta - Erik ten Hag membongkar rahasia di balik ruang ganti Manchester United yang melibatkan dua pemain yang pernah diasuh, Alejandro Garnacho dan Jaden Sancho. Kepada The Athletic, pelatih asal Belanda tersebut mengungkap fakta yang belum diketahui siapa pun.

"Terkadang, pikirannya (Garnacho) tidak tertuju pada pertahanan. Jadi, secara mental dan pola pikirnya, Anda harus memastikan dia tetap fokus dan disiplin, serta menjalankan tugasnya di setiap momen transisi,” tutur ten Hag.

Di sisi lain, permasalahan Jadon Sancho tak kalah rumit. Sang pemain menolak bermain di posisi yang sudah ditentukan Erik ten Hag dan mengacaukan rencana taktik Setan Merah.

"Suatu hari, muncul satu masalah karena Sancho tidak mau bermain di sisi kanan. Dia sendiri yang mengatakan hal itu. Itu terasa sangat aneh karena sebelumnya dia sering bermain di sisi kanan," katanya soal Sancho.

Bukan hanya membeberkan permasalahan, Erik ten Hag juga menyatakan bahwa saat ditunjuk menjadi pelatih Bayer Leverkusen, salah satu dari pemain tersebut sempat pernah diajak hijrah ke Jerman, meski sang pemain kemudian menolak.


Sebut Garnacho Tinggi Ego

Pemain Manchester United, Alejandro Garnacho mencetak gol ke gawang Barnsley pada laga Carabao Cup 2024/2025 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Rabu (18/09/2024) WIB. (AFP/Paul Ellis)

Sebagai mantan pelatih Garnacho, Erik ten Hag mengakui kualitas eks anak asuhnya dalam membantu sisi penyerangan tim. Kendati demikian, ia juga tak menutup fakta bahwa terkadang ego tinggi Alejandro Garnacho membuat peluang Setan Merah terbuang sia-sia.

"Dalam aspek penyerangan, dia bisa maju ke depan dan melakukan hal-hal luar biasa, seperti menggiring bola maupun penyelesaian akhir. Dia juga bisa memberikan operan kunci, meski terkadang dia sedikit egois, namun hal ini bisa dimengerti," terang ten Hag.


Terlambat Menyadari Sisi Buruk Sancho

Sempat kesulitan tampil maksimal di lini serang MU, Jadon Sancho mulai nyetel saat kehadiran Ralf Rangnick. Sejak bergabung pada musim panas tahun 2021, ia diketahui telah mencetak lima gol dan tiga assist dari 33 penampilan untuk Setan Merah. (AFP/Paul Ellis)

Datang ke Old Trafford dengan mahar 85 juta euro, Sancho mendapatkan ekspektasi tinggi, baik dari para penggemar maupun sang pelatih. Sepanjang masa baktinya bersama Setan Merah, ia malah dipinjamkan kepada tiga klub berbeda karena tak cocok dengan skema tim.

"Dia bilang dia merasa lebih nyaman bermain di sisi kiri. Jadi, kami menghadapi masalah, dan kami pun terlambat mengetahuinya," ungkap eks pelatih Ajax Amsterdam.

"Saya melihat performa dan profil untuk menentukan apa yang dibutuhkan oleh tim (saat merekrut pemain), bukan berdasarkan perasaan," lanjut ten Hag.


Situasi Garnacho dan Sancho Saat Ini

Manajer Manchester United, Erik ten Hag dengan Jadon Sancho. (Bola.com/Dok.AFP/OLI SCARFF).

Setelah Alejandro Garnacho dan Jadon Sancho berpisah dengan Setan Merah, keduanya menghadapi jalan karier yang berbeda. Saat Garnacho bergabung dengan Chelsea dan kini berseragam Aston Villa, Sancho masih berstatus tanpa klub sejak awal musim ini.

Terikat kontrak dengan sebuah klub tak menjamin Garnacho mendapatkan menit bermain yang ideal. Bersama The Villans di musim 2026/2027. eks Setan Merah baru mendapatkan total 60 menit bermain yang terdiri dari 5 pertandingan berbeda.

Alejandro Garnacho juga merupakan pemain yang sempat mendapatkan tawaran dari Erik ten Hag untuk bergabung dengannya di Bayer Leverkusen.

"Saya katakan kepadanya, ‘Datanglah ke Leverkusen’. Namun untungnya dia tidak melakukannya. Dia ingin tetap berada di Inggris. Saya mengerti, itu liga terbaik, jadi dia menolak," ujar ten Hag.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya