Liputan6.com, Semarang - Bisnis judi togel yang diduga beroperasi selama 12 tahun akhirnya terbongkar. Polda Jawa Tengah menangkap HGP alias KH, yang disebut sebagai bos besar judi togel di Semarang dan wilayah sekitarnya.
Bos togel beromzet miliaran Rupiah ini, diringkus bersama sejumlah orang yang diduga terlibat dalam jaringan perjudian togel Singapura (SGP), Hong Kong (HK), dan Sydney.
Advertisement
Dari operasi besar yang dikendalikan langsung Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, polisi menyita 43.250 bendel kupon togel dan uang tunai Rp 19,65 juta. Polisi juga memblokir lima rekening bank, yang diduga berkaitan dengan aktivitas perjudian dengan total saldo mencapai Rp 1,942 miliar.
Penangkapan HGP alias KH dilakukan dalam operasi di sebuah rumah kontrakan di kawasan Jalan Batan Miroto, Kota Semarang. Dalam operasi tersebut, polisi menyergap lima orang lainnya yang diduga terlibat dalam jaringan perjudian togel.
"Hasil penyelidikan mengungkap praktik perjudian tersebut diduga telah berjalan sejak 2014 atau selama sekitar 12 tahun," ujar Kapolda Roy Hardi Siahaan pada Kamis (22/10/2026).
Polisi kini mendalami pola operasional jaringan, termasuk aliran uang taruhan yang diduga berasal dari aktivitas ilegal tersebut.
Merambah Demak dan Grobogan
Pengembangan penyidikan tidak berhenti di Semarang saja. Polisi menelusuri jaringan tersebut hingga ke Kabupaten Demak dan Grobogan. Razia ini membongkar pihak-pihak yang diduga berperan dalam operasional perjudian, mulai dari pengepul kupon hingga kurir.
Di Kabupaten Demak, polisi mengungkap praktik perjudian togel dan menangkap tiga orang yang berperan menerima serta menghimpun angka taruhan dari masyarakat maupun pengecer.
"Angka taruhan tersebut merujuk pada hasil undian luar negeri, di antaranya Singapura, Hong Kong, dan Sydney, " ungkap Roy.
Dari lokasi tersebut, kata Roy, polisi menyita 8.416 kupon togel. Penyidik juga memblokir rekening yang diduga berkaitan dengan aktivitas perjudian, dengan saldo mencapai Rp 519.994.717.
Pengungkapan berikutnya dilakukan di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Dalam operasi ini, polisi menyergap dua orang yang menjadi kurir pengiriman kupon togel dari Demak kepada pengecer di wilayah Grobogan.
Kedua orang tersebut diduga menggunakan mobil Daihatsu Gran Max untuk mengantarkan kupon togel. Polisi juga menyita dua kotak besi berisi 421 bendel kupon yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas perjudian.
Tindak Tegas Beking Judi
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menegaskan, pemberantasan perjudian tidak hanya menyasar bandar dan pelaku operasional.
Polisi juga akan menindak pihak-pihak yang diduga melindungi atau menjadi beking praktik perjudian. Roy bahkan menegaskan tidak akan memberikan toleransi jika ditemukan anggota kepolisian yang terlibat dalam jaringan tersebut.
"Kami akan lakukan penindakan tegas kepada siapa saja yang menjadi beking praktik perjudian, termasuk jika ada anggota kepolisian yang terlibat akan kami tindak dengan tegas PTDH atau sesuai dengan bukti dan fakta," tegas Roy.
Dia memastikan setiap anggota kepolisian yang terbukti terlibat akan diproses sesuai bukti dan fakta. Sanksi yang diberikan dapat berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
Pengungkapan jaringan togel di Semarang, Demak, dan Grobogan ini menjadi bagian dari upaya Polda Jateng memutus mata rantai perjudian di wilayah Jawa Tengah.
Hingga kini, penyidik masih mendalami aliran dana, menelusuri keterlibatan pihak lain, serta mengembangkan penyidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.