Laba Bersih Unilever Indonesia Tumbuh 10,6% September 2026

Unilever Indonesia mencatat pertumbuhan selama lima kuartal berturut-turut. Penjualan sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp 25,8 triliun.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 22 Oktober 2026, 12:10 WIB
Kantor pusat Unilever Indonesia. (dok. Unilever Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan pertumbuhan bisnis selama lima kuartal berturut-turut. Hingga sembilan bulan pertama 2026, penjualan perusahaan mencapai Rp 25,8 triliun atau tumbuh 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih dari operasi berkelanjutan meningkat 10,6%.

Unilever Indonesia menyebutkan penjualan pada kuartal III 2026 mencapai Rp 8,9 triliun, naik 7,4% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan volume dasar sebesar 6,4%.

Kinerja positif ini ditopang pertumbuhan di berbagai unit bisnis dan saluran penjualan utama, termasuk kategori Home & Personal Care serta Foods & Refreshment. Perusahaan juga menilai peningkatan daya saing, penguatan eksekusi bisnis, dan investasi yang terarah turut mendukung pencapaian tersebut.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap mengatakan perusahaan terus memperkuat fondasi bisnis untuk menjaga pertumbuhan dalam jangka panjang.

“Kinerja kuartal ketiga kami menunjukkan kemajuan berkelanjutan dalam membangun bisnis yang lebih kuat. Kami mencatat pertumbuhan volume selama lima kuartal berturut-turut, dengan pertumbuhan laba yang melampaui pertumbuhan penjualan meskipun tekanan inflasi masih berlanjut," jelas dia dalam keterangan resmi pada Kamis (22/10/2026).

"Pertumbuhan ini terjadi secara merata di seluruh portofolio kami dan mencerminkan peningkatan daya saing, eksekusi yang semakin kuat, serta penguatan merek-merek kami.” tambah Benjie Yap.

Perusahaan menyatakan pertumbuhan penjualan sepanjang tahun berjalan meningkat menjadi 7,2%, dibandingkan 4,3% pada 2025. Capaian ini menjadi bagian dari upaya Unilever Indonesia untuk memperkuat kualitas dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis.

 

Tiga Strategi Perkuat Bisnis Unilever

Ilustrasi PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) (Foto: web Unilever Indonesia)

Unilever Indonesia menjalankan strategi pertumbuhan melalui tiga fokus utama, yakni memperkuat merek, meningkatkan porsi produk premium, dan mengembangkan bisnis digital.

Pertama, perusahaan mengembangkan lebih banyak merek yang mengusung kerangka S.A.S.S.Y. Pendekatan ini mencakup sains, estetika, pengalaman sensoris, advokasi konsumen, serta relevansi dengan generasi muda. Sunsilk dan Rinso menjadi contoh merek yang dikembangkan melalui penguatan kualitas produk dan daya tarik konsumen.

Kedua, Unilever memperbesar portofolio produk premium. Perusahaan menyebut segmen premium mencakup sekitar 32% dari total pasar dan tumbuh hampir dua kali lebih cepat dibandingkan segmen utama. Lebih dari 70% bisnis premium Unilever Indonesia juga mencatatkan kinerja yang lebih baik di pasarnya.

Ketiga, perusahaan memperkuat bisnis digital melalui pemasaran media sosial, siaran langsung atau live streaming, serta kemitraan afiliasi. Strategi ini ditujukan untuk memperluas jangkauan konsumen dan mendorong pertumbuhan penjualan melalui kanal digital.

Selain itu, Unilever terus meningkatkan produktivitas melalui transformasi pengadaan, manufaktur, dan model operasional. Perusahaan juga memperluas distribusi langsung, memperkuat ketersediaan produk, serta meningkatkan layanan pelanggan dan pelaksanaan strategi di toko.

 

 

Unilever Antisipasi Tekanan Inflasi hingga 2027

Di tengah pertumbuhan bisnis, Unilever Indonesia masih menghadapi tekanan inflasi komoditas dan biaya logistik. Perusahaan memperkirakan tekanan inflasi pada komoditas yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah dapat berlanjut hingga memasuki 2027.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Unilever berencana mengombinasikan penyesuaian harga, efisiensi biaya, dan investasi yang disiplin. Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan yang tetap didorong volume, disertai peningkatan margin secara terukur pada 2026.

“Kami akan tetap berfokus pada pertumbuhan yang didorong oleh volume, dengan peningkatan margin yang terukur pada 2026. Meskipun tekanan inflasi pada komoditas yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah diperkirakan masih akan berlanjut hingga memasuki 2027, kami akan terus meresponnya melalui kombinasi penyesuaian harga yang tepat, efisiensi, dan investasi yang disiplin.”

Benjie mengatakan perusahaan akan menjaga daya saing dan keterjangkauan produk bagi konsumen, sekaligus membangun pertumbuhan yang sehat dalam jangka panjang.

Unilever Indonesia juga berencana menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai bisnis Foods sebelum akhir 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat portofolio dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya