Pelatih Juventus Sebut Liga Europa Jadi Tes Kedewasaan

Juventus tetap membidik hasil sempurna di Liga Europa kendati masih inkonsisten di Liga Italia.

oleh Deniz AkbarDiterbitkan 22 Oktober 2026, 20:00 WIB
Pemain Juventus Nicolas Gonzalez (kiri) merayakan gol bersama rekan-rekannya dalam laga Liga Europa antara Juventus vs NEC Nijmegen di Turin, Italia, Kamis, 17 September 2026. (Marco Alpozzi/Lapresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Skuad Juventus mesti segera melupakan hasil buruk yang baru saja dialami tim di Liga Italia. Anak asuh Luciano Spalletti akan menjalani pertandingan lanjutan Liga Europa menghadapi klub Liga Prancis, Rennes pada Kamis (22/10) malam.

I Bianconeri baru saja dipermalukan oleh Lazio di kandang pada akhir pekan kemarin. Menatap Liga Europa, sang pelatih meminta skuad Nyonya Tua untuk kembali fokus dan belajar menjadi lebih dewasa di atas lapangan.

"Kemenangan tentu membuat siapa pun merasa sangat senang, namun saat ini kami masih tertinggal dan belum meraih hasil yang diinginkan," ujar Luciano Spalletti.

"Kami perlu berusaha lebih keras lagi. Hal pertama yang harus ditunjukkan di lapangan adalah sebuah respons, baik dari para pemain maupun dari diri saya sendiri," imbuh sang pelatih.

Meskipun mereka terdampar di posisi 8 Serie A, perjalanan mereka di Liga Europa tetap berjalan mulus. Si Nyonya Tua menjadi pemuncak klasemen sementara Europa League setelah menyapu bersih 2 pertandingan pertama mereka kontra NEC Nijmegen dan Celta Vigo.


Kekalahan Tak Boleh Berlarut

Para pemain Juventus bereaksi setelah kalah dalam pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan Lazio di Allianz Stadium, Turin, pada 19 Oktober 2026. (Marco Bertorello/AFP)

Setelah takluk dengan skor 0-3 dari Lazio, Spaletti mengaku bahwa ia bersama skuad Bianconeri sudah mencari solusi untuk bangkit. Hal tersebut tentunya sangat diperlukan untuk memperbaiki moral tim dalam menjalani sisa musim yang masih sangat panjang.

"Pada pertemuan terakhir, saya memberikan kesempatan kepada para pemain untuk menyampaikan pendapat mereka," ungkap sosok berusia 67 tahun.

"Saya merasa yakin setelah melihat keseriusan dan kejujuran dalam pandangan mereka, serta keinginan mereka untuk mencari solusi demi kembali ke performa terbaik kami," lanjutnya.


Fokuskan Bermain Secara Tim

Skuad Juventus merayakan gol Francisco Conceicao ke gawang Atalanta, Minggu (20/9/2026) (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Pada laga kontra Rennes malam nanti, eks juru taktik Napoli tersebut menekankan pentingnya kekompakan tim. Ia ingin para pemainnya mampu menghadapi perlawanan tim Ligue 1 tidak hanya dengan kemampuan individu, tetapi juga dengan kolektivitas yang solid.

"Untuk besok, saya meminta tim agar lebih matang dalam mempertimbangkan berbagai hal, tidak terlalu impulsif, dan tidak terlalu individualistis. Kami perlu lebih berperan sebagai tim, sebagai satu kesatuan, dan lebih kompak," tegas Spalletti.


Mengincar Hasil Sempurna

Penyerang Juventus Randal Kolo Muani merayakan gol ke gawang Celta Vigo di ajang Liga Europa. (AFP)

Dengan memenangkan laga kontra Rennes, I Bianconeri semakin memantapkan diri di jajaran atas klasemen Liga Europa. Bagi sang striker Randal Kolo Muani, kemenangan merupakan tujuan yang diincar oleh skuad si Nyonya Tua dan mengunci 3 poin adalah sebuah keharusan.

"Saat menghadapi Rennes, kami mengincar kemenangan ketiga di Liga Europa, meskipun kami tahu itu tidak akan mudah," tutur Kolo Muani. "Besok kita harus mengerahkan segalanya untuk menampilkan performa terbaik," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya