Liputan6.com, Gianyar - Bali United makin mantap di kandang. Serdadu Tridatu mencukur Garudayaksa FC 5-0 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (21/10/2026), melengkapi sapu bersih empat pertandingan kandang pada BRI Super League 2026/2027.
Kemenangan telak ini juga menegaskan status Bali United sebagai tim paling produktif sejauh ini dengan torehan 19 gol. Hasil tersebut terasa spesial karena Garudayaksa sebelumnya menaklukkan Arema FC dengan skor 3-1.
Advertisement
Lima gol Bali United lahir dari Irfan Jaya (45+1), gol bunuh diri Al Hambra Hehanusa, brace Marko Dugandzic (63 dan 75), serta penalti Teppei Yachida (88).
Tiga poin tambahan mengangkat Bali United ke posisi kedua klasemen sementara dengan 13 poin, terpaut dua angka dari Persija Jakarta di puncak. Pelatih Johnny Jansen tetap mengingatkan skuadnya agar tidak larut dalam euforia karena dua kekalahan musim ini terjadi saat bermain tandang.
Filosofi Penguasaan Bola Mulai Menyatu
Jansen mengapresiasi progres tim dan menyebut filosofi permainan yang bertumpu pada penguasaan bola mulai berjalan sesuai rencana, terutama ketika menekan di area pertahanan lawan.
Ia menjelaskan sirkulasi bola yang sabar namun cepat membuat lawan terus berlari, lalu membuka celah untuk menciptakan peluang. Penekanan ini menjadi fondasi serangan yang semakin efektif.
"Kami mempertahankan bola lebih lama, terutama saat bermain di setengah lapangan lawan. Lawan menjadi lelah karena harus berlari mengejar bola, dan setelah itu kami bisa menciptakan lebih banyak ruang," ujar Jansen.
Sang pelatih menyoroti peran gelandang seperti Queven Inacio dan Teppei Yachida dalam menjaga tempo, membuka ruang, menyuplai assist, hingga ikut menyumbang gol.
"Saya sangat bangga dengan apa yang saya lihat hari ini. Itu terlihat dari kedisiplinan dan cara kami ingin bermain. Pujian besar untuk para pemain," katanya.
Kebugaran, Kartu, dan Kedalaman Tim
Jansen mengakui performa tandang Bali United belum konsisten. Menurutnya, masalah kebugaran serta absennya pemain karena cedera dan akumulasi kartu memengaruhi hasil di markas lawan.
Ia menilai kekalahan dari Borneo FC dan laga kontra Java United menjadi gambaran tantangan tersebut, termasuk situasi saat tim harus bertarung dengan keterbatasan pemain.
"Melawan Borneo bukan pertandingan yang bagus dari kami. Melawan Java United, saya pikir kami bermain dengan baik. Namun, di pertandingan itu, kami kehilangan terlalu banyak pemain," ungkapnya.
Situasi ini memaksa penyesuaian komposisi, terlebih setelah kartu merah yang diterima Kadek Arek. Jansen kemudian memasukkan Thomas Lam dan Tim Receveur untuk menutup celah.
Ia menegaskan kedalaman skuad menjadi faktor vital di tengah jadwal yang padat. Meski catatan tandang belum ideal, Jansen menolak bersikap pesimistis terhadap laga berikutnya.
"Saya tentu tidak ingin kami kalah. Namun, saya tidak berpikir kami akan kalah di pertandingan berikutnya hanya karena bermain tandang," tegasnya.