Prabowo: Perbedaan dan Kritik Perlu, Tapi Persatuan Harus Dijaga

Presiden Prabowo menegaskan komitmennya menjalankan politik persatuan nasional dengan merangkul seluruh kekuatan.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 21 Oktober 2026, 23:28 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menjalankan politik persatuan nasional dengan merangkul seluruh kekuatan di tengah perbedaan.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menjalankan politik persatuan nasional dengan merangkul seluruh kekuatan di tengah perbedaan. Dia mengajak seluruh elemen bangsa mengutamakan kepentingan rakyat serta menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan dan kritik.

"Rakyat kita semakin pandai, pemimpin-pemimpin kita di ujungnya akan menjaga persatuan dan itulah yang sekarang saya jalankan, politik saya adalah politik persatuan nasional. Saya ingin merangkul semua kekuatan, marilah kita tanamkan perbedaan-perbedaan kita," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna dua tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

 

 

Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa mengutamakan kepentingan rakyat serta menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan dan kritik.

Prabowo menginginkan masyarakat Indonesia hidup sejahtera dan damai dengan menjunjung nilai-nilai Pancasila, termasuk saling menghormati serta mendukung satu sama lain.

"Marilah kita bersatu untuk kepentingan yang besar, kepentingan rakyat Indonesia hidup sejahtera, rakyat Indonesia hidup damai, rakyat Indonesia hidup dalam suasana Pancasila, suasana saling menghormati, saling mendukung, saling mengasihi," jelasnya.

Dia menilai perbedaan pandangan, kompetisi, kritik, dan koreksi merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa. Namun, seluruh dinamika tersebut harus tetap berlandaskan komitmen menjaga persatuan nasional.

"Perbedaan bagus, kompetisi perlu, saling kritik, saling koreksi sangat perlu, tapi di ujungnya kita harus menjaga persatuan," tutur Prabowo.

Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk

Presiden Prabowo memimpin sidang kabinet paripurna dua tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut menanggapi kritik terhadap Kabinet Merah Putih yang dinilai terlalu besar dan tidak efisien. Dia menjelaskan, jumlah penduduk serta luas wilayah Indonesia menjadi pertimbangan dalam menjalankan pemerintahan.

"Kita dituduh kabinet gemuk, ya kan? Tidak efisien. Tapi Saudara-saudara, saya ingatkan, negara kita hampir 300 juta. Negara kita fisiknya sebesar Eropa," kata Prabowo.

Dia membandingkan Indonesia dengan benua Eropa yang terdiri dari 30 negara. Menurut Prabowo, setiap negara memiliki perangkat pemerintahan masing-masing, termasuk pejabat di bidang keuangan, militer, kejaksaan, dan kepolisian.

"Indonesia satu kabinet. Mana yang tidak efisien? Mana yang tidak efisien?" tuturnya.

 

Prabowo menyinggung kemampuan pemerintah dalam menangani berbagai persoalan di dalam negeri, termasuk bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prabowo juga menyinggung kemampuan pemerintah dalam menangani berbagai persoalan di dalam negeri, termasuk bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia menegaskan pemerintah terus berupaya menangani berbagai kejadian tersebut sekaligus melakukan evaluasi.

"Dan kita mampu mengendalikannya. Ada bencana alam, kita hadapi. Sumatra bagian utara kemarin habis-habisan kita turun. Gempa bumi, apa itu, Krakatau, Karhutla, kita kompak, kita hadapi. Kita tidak puas, kita belajar," jelas Prabowo.

Terkait karhutla, Prabowo menilai kebakaran tidak semata-mata disebabkan faktor alam. Dia meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait menyelidiki dugaan keterlibatan korporasi dalam kasus tersebut.

"Menurut saya harus kita sikapi dengan hati-hati, dengan teliti. Saya minta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan dibantu TNI, dibantu intelijen untuk selidiki karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab," pungkas Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya