Pemerintah Tegaskan Pro Buruh, Upah Naik hingga 6,5% dan Ojol Terima 92%

Kepala Bakom Syahganda Nainggolan menegaskan pemerintah sangat berpihak kepada buruh.

oleh Muhamad Agil AliansyahDiterbitkan 21 Oktober 2026, 19:24 WIB
Kepala Bakom Syahganda Nainggolan audiensi dengan perwakilan buruh di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Syahganda Nainggolan menegaskan pemerintah sangat berpihak kepada buruh. Hal ini tecermin dari peningkatan upah buruh signifikan selama pemerintahan Prabowo Subianto.

Tak hanya itu, di era pemerintahan Prabowo Subianto, pengemudi ojek online (ojol) mendapatkan penghasilan 92 persen dari ongkos dibayar konsumen

"Presiden kita itu sudah pastilah cinta buruh. Bagaimana membuktikannya? Upah, rata-rata 6,5 persen naiknya. Di era lalu rata-rata 1 persen,” ujar Syahganda saat menerima audiensi perwakilan buruh di kantor Bakom, di Jakarta, Rabu (21/10).

Namun, Syahganda mengakui terkait upah ini memang masih terkendala di daerah. Ketika upah buruh naik, banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Itu kan memang ada persoalan-persoalan yang memang kita harus tetap kawal. Karena reformasi struktural itu nggak bisa cuma di atas. Itu harus kita kawal. Kalau kita bagian dari gerakan revolusi, makanya saya selalu bilang Bapak Prabowo adalah pemimpin besar revolusi,” ujar dia.

Selain itu, keberpihakan Presiden Prabowo terhadap buruh juga ditandai dengan potongan aplikasi bagi pengemudi ojol yang ditetapkan sebesar 8 persen. Artinya, para pengemudi mendapatkan penghasilan lebih besar atau 92 persen dari ongkos yang dibayar konsumen.

Sebelumnya, biaya layanan maksimal 20 persen dari tarif perjalanan. Sehingga, pengemudi odol hanya membawa pulang sekitar 80 persen dari total tarif.

Menurut Syahganda, hal ini baru terjadi di pemerintahan Prabowo. Dia menyebutkan potongan aplikasi di negara tetangga saja mencapai 40 persen.

“Bapak Presiden ingin membuat keadilan antara dia sebagai stakeholder, bisa dapat lebih sejahtera, makanya potongannya 8 persen. Itu kan artinya Bapak Presiden butuh buruh, dia pro kepada buruh, kepada ojol ini,” kata Syahganda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya