Liputan6.com, Jakarta - Kate Middleton kembali membawa tas Chanel quilted yang mencuri perhatian saat menghadiri agenda kerajaan di Kastil Windsor, Inggris. Tas flap dengan desain klasik tersebut tampil sedikit kusut, memberikan karakter yang lebih santai pada aksesori mewah yang biasanya identik dengan struktur rapi dan elegan.
Melansir Vogue, Rabu, 21 Oktober 2026, istri Pangeran William memilih tas Chanel tersebut untuk menyambut Sultan Oman, Haitham bin Tarik, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan selama tiga hari di Inggris.
Advertisement
Ia memadukan tas itu dengan mantel hijau botol rancangan Alexander McQueen yang sebelumnya dikenakan saat parade Hari St. Patrick bersama Irish Guards.
Kemunculan berulang tas Chanel ini menarik perhatian karena Kate pernah membawanya saat menghadiri upacara penobatan Dame Sarah Mullally sebagai Uskup Agung Canterbury pada musim semi lalu. Pilihan tersebut memunculkan kemungkinan bahwa tas quilted ini menjadi salah satu aksesori andalannya untuk agenda formal.
Aksesori tersebut dikenal lewat pola jahitan berlapis, siluet flap, dan desain yang melampaui tren musiman. Desainnya menawarkan fleksibilitas untuk melengkapi berbagai gaya, termasuk padu padan busana formal dengan palet warna tegas seperti mantel hijau yang dipilih Kate.
Padanan itu menciptakan kontras antara struktur busana dan tekstur tas. Putri Wales kerap mengenakan kembali busana favoritnya untuk berbagai agenda kerajaan.
Ia memadukan koleksi yang sudah dimiliki dengan aksesori berbeda atau menyesuaikannya dengan kebutuhan acara, tanpa harus memilih pakaian baru setiap kali menghadiri kegiatan resmi.
Kepraktisan Gaya
Melansir Firstpost, kebiasaan Kate mengenakan kembali busana favoritnya juga berkaitan dengan kepraktisan dalam memenuhi agenda kerajaan yang padat. Ia memiliki koleksi rancangan dari label seperti Alexander McQueen, Burberry, dan Emilia Wickstead yang dapat disesuaikan untuk berbagai kesempatan.
Selama kunjungan kenegaraan Sultan Oman, rangkaian acara mencakup prosesi kereta kuda, upacara penyambutan resmi, serta jamuan makan malam dengan aturan busana white tie. Setiap agenda memiliki ketentuan berpakaian tersendiri, mulai dari potongan busana hingga tingkat formalitas yang diperlukan.
Belakangan ini, Kate lebih sering tampil dengan gaya kasual melalui jaket Barbour dan busana rajut dari Me+Em. Namun, agenda resmi kerajaan kembali membawanya pada pilihan busana formal dari label-label Inggris yang selama ini menjadi andalannya.
Gaya Daur Ulang
Sebelumnya, gaya daur ulang diperlihatkan Putri Wales saat mendampingi Pangeran William mengunjungi AMT Headingley Stadium di Leeds, Inggris, 29 Septmber 2026. Ia mengenakan blazer Ralph Lauren berwarna hijau tua yang dipadukan dengan atasan hitam sederhana dan celana berpotongan lebar.
Melansir WWD, 30 September 2026, blazer tersebut merupakan salah satu koleksi yang kembali dikenakan Kate dalam agenda publik. Sebelumnya, ia memakai item serupa saat menghadiri Commonwealth Games 2026 di Glasgow, Agustus lalu.
Kali ini, Kate memberikan nuansa berbeda melalui styling yang lebih minimalis. Blazer hijau tua menjadi satu-satunya warna yang menonjol di antara busana bernuansa hitam. Siluet celana lebar turut memberikan kesan modern pada tampilan yang tetap mempertahankan karakter tailoring khas ibu tiga anak tersebut.
Beda Styling
Alih-alih mengulang tampilan sebelumnya, Kate mengubah karakter blazer Ralph Lauren melalui kombinasi atasan, bawahan, dan aksesori yang lebih gelap. Cara tersebut membuat satu item yang sama tampil dengan kesan baru untuk agenda resmi di Leeds.
Camden Cashmere Jacket dari Ralph Lauren Collection memiliki karakter tailoring yang kuat. Blazer berbahan cashmere tersebut hadir dalam warna Dark Racing Green dengan konstruksi double-breasted yang memberikan struktur pada siluet.
Bagian depan dilengkapi dua baris kancing, sementara lapel berlekuk mempertegas garis bahu dan membuat potongannya terlihat klasik. Material cashmere juga memberikan kesan lebih mewah pada desain yang tetap mempertahankan bentuk tegas khas blazer.
Warna dark racing green menjadi daya tarik utama karena berada di antara nuansa hijau dan tone gelap yang elegan. Karakter warnanya membuat blazer mudah menjadi pusat perhatian tanpa terlihat terlalu mencolok.