Liputan6.com, Jakarta - Recreational Athletes Club (RAC) menghadirkan perspektif baru dalam tren sportswear dengan memadukan kultur olahraga rekreasional, musik Indonesia, dan permainan kata.
Label yang diperkenalkan JUNE Active Studio di bawah naungan JUNI Goods ini menerjemahkan judul lagu populer menjadi grafis pada pakaian olahraga dengan pendekatan kasual, ekspresif, dan dekat dengan keseharian anak muda.
Advertisement
CEO JUNI Records, Adry Boim, mengatakan ide tersebut berangkat dari keinginannya untuk membawa referensi musik ke dalam desain koleksi. Tim kreatif memilih judul lagu yang memiliki keterkaitan dengan pengalaman berolahraga, kemudian mengolahnya menjadi permainan kata yang menarik untuk diaplikasikan pada busana.
"Melalui rutinitas harian di dunia kreatif, saya melihat adanya titik temu yang sangat erat antara musik, kreativitas, pertemanan, dan olahraga," katanya saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
"RAC lahir dari pengalaman dan keresahan personal akan perlunya produk, serta wadah olahraga yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari, tanpa harus merasa terbebani oleh target performa profesional," imbuhnya.
Alih-alih mengandalkan slogan motivasi atau terminologi teknis, pendekatan desain ini menempatkan humor dan referensi budaya populer sebagai elemen visual.
Salah satunya adalah lagu Raisa berjudul LDR yang dipelesetkan menjadi "Long Distance Runner." Sementara itu, judul lagu Bernadya Lawan Waktu dan Jarak digunakan karena mengingatkan pada tantangan yang dihadapi pelari ketika berusaha menyelesaikan jarak dalam waktu tertentu.
RAC juga membawa perspektif industri musik ke dalam ranah fashion, dengan menjadikan grafis sebagai medium ekspresi personal. Perpaduan tersebut membuka alternatif gaya activewear yang dapat dikenakan untuk berolahraga maupun melengkapi penampilan kasual sehari-hari.
Menertawakan Realitas Atlet Rekreasional
RAC menyasar kalangan pekerja yang ingin tetap aktif berolahraga di tengah rutinitas pukul sembilan pagi hingga lima sore. Targetnya mencakup mereka yang menyempatkan diri untuk berlari, bersepeda, bermain tenis, atau menjajal aktivitas fisik lain tanpa harus menjalani gaya hidup atlet profesional.
Adry menjelaskan, keterbatasan waktu dan dinamika kehidupan pekerja justru menjadi bagian dari identitas komunitas yang ingin dibangun. "Jadi, kita mocking, kita bercanda dengan kemirisan kita sendiri. Kayak misalnya, 'Powered by Monthly Salary,' atau designed for 9-5 athlete," ujarnya.
Pendekatan humor tersebut hadir melalui pesan yang merefleksikan keseharian pekerja, termasuk ketergantungan pada gaji bulanan dan upaya menyelaraskan pekerjaan dengan olahraga.
Slogan "Find Fun in the Chaos" turut merepresentasikan semangat RAC dalam memandang aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup yang fleksibel, tanpa tekanan untuk mengejar performa kompetitif.
Material Dipilih untuk Mendukung Aktivitas Berbeda
Pengembangan koleksi RAC tidak hanya berfokus pada tampilan visual, tapi juga kenyamanan dan fungsi untuk mendukung aktivitas fisik. Label ini berkolaborasi dengan GUDS Bali, brand olahraga asal Bali yang didirikan Vino Tamaela, untuk memadukan kebutuhan teknis dengan estetika sportswear.
Salah satu material yang digunakan pada jersey adalah honeycomb. Struktur seratnya menjadi pertimbangan untuk mendukung sirkulasi udara dan membantu pakaian lebih cepat kering saat terkena keringat.
"Material honeycomb itu seratnya lebih besar, harusnya lebih breathable. Bahannya buat keringet mudah kering," ucapnya. Pengalaman pribadi turut memengaruhi eksplorasi desain.
Adry yang gemar bersepeda memilih atasan berlengan panjang untuk perjalanan jarak jauh. Preferensi tersebut menjadi salah satu referensi dalam mengembangkan busana yang nyaman dikenakan selama aktivitas berdurasi panjang, tanpa mengesampingkan karakter kasual yang melekat pada koleksi RAC.
Sportwear Jadi Bagian Ekosistem Komunitas
Perkembangan olahraga rekreasional di Indonesia turut membuka peluang bagi brand lokal untuk menjangkau komunitas yang kian beragam. Adystra Bimo, Founder Jakarta Running Festival, mencatat peningkatan jumlah ajang lari dari sekitar 80 menjadi 700 dalam setahun berdasarkan pengamatannya terhadap industri.
"Motivasi orang berolahraga saat ini sudah sangat beragam, mulai dari menjaga kesehatan, pencapaian personal, hingga mencari jejaring pertemanan dan rasa saling memiliki," ungkapnya.
Ia menilai pertumbuhan partisipasi tersebut membuka ruang bagi inovasi produk dan kolaborasi untuk mendukung ekosistem olahraga yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
RAC turut menggandeng TUKU sebagai mitra komunitas melalui peluncuran dan pop-up store di TUKU Cipete pada 21–22 Oktober 2026, dilanjutkan di TUKU Gelora Bung Karno pada 23 Oktober 2026. Pengunjung dapat melihat langsung koleksi, mencoba produk, dan berbelanja di kedua lokasi tersebut.