Pramono Ungkap Penduduk Miskin Jakarta Turun di Bawah 4 Persen

Pramono menyebut angka kemiskinan Jakarta turun menjadi 3,96 persen pada Maret 2026.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 21 Oktober 2026, 16:41 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Liputan6.com/ Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan persentase penduduk miskin di ibu kota untuk pertama kalinya turun di bawah 4 persen. Dia menyebut bahwa merujuk data Maret 2026, tingkat kemiskinan Jakarta tercatat sebesar 3,96 persen.

"Di bulan Maret kemarin baru pertama kali Jakarta itu persentase penduduk miskinnya di bawah 4 persen, yaitu 3,96 persen," kata Pramono dalam konferensi pers realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Triwulan III 2026.

Ia menyampaikan sejumlah indikator yang berkaitan dengan kemiskinan dan kesempatan kerja di Jakarta juga mengalami perbaikan.

Menurutnya, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 5,79 persen, sedangkan tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 66,05 persen. Kemudian, angka partisipasi angkatan kerja tersebut meningkat 0,57 poin dibandingkan Februari 2026.

"Hampir semua indikator yang berkaitan dengan kemiskinan dan kesempatan kerja kita mengalami perbaikan yang cukup signifikan, termasuk tingkat pengangguran terbukanya 5,79 persen dan juga tingkat partisipasi angkatan kerjanya 66,05, naik 0,57 dibandingkan dengan Februari yang kemarin," jelas dia.

Pramono berujar, capaian tersebut perlu dilihat di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung. Pemprov DKI, kata dia, terus membangun optimisme untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan kesempatan kerja masyarakat.

"Kenapa ini bisa dilakukan? Sekali lagi, optimisme itu selalu kita bangun walaupun dalam kondisi keadaan ekonomi yang tidak sedang baik-baik saja karena tekanan ekonomi dunia juga sedang berlangsung," jelas Pramono.

 

Perluas Kesempatan Kerja

Kota Jakarta. (Dok. Istimewa)

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa untuk memperluas kesempatan kerja, Pemprov DKI Jakarta menjalankan program Mobile Training Unit yang memberikan pelatihan keterampilan bagi tenaga kerja. Program ini melibatkan hampir 214 perusahaan.

Pramono bilang, pelatihan yang diberikan mencakup beragam keterampilan, mulai dari tata rias, menata rambut, menjahit, hingga belajar bahasa.

Dia menuturkan, kemampuan bahasa menjadi salah satu hal yang dipersiapkan bagi tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri. Pramono mencontohkan pengiriman sejumlah tenaga kerja asal Jakarta ke Jerman, Jepang, dan kawasan Timur Tengah.

"Ketika kita beberapa waktu yang lalu, 3 bulan yang lalu kalau enggak salah, mengirim beberapa tenaga kerja dari Jakarta untuk bekerja di luar negeri: ke Jerman, ke Jepang, dan juga satu lagi ke Timur Tengah, maka sebelum berangkat kami minta untuk bahasanya ini diajarkan semakin baik," tandas Pramono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya