Pramono Respons Laporan Warga soal Komplotan Copet di Transjakarta

Viral info sejumlah orang diduga menyamar sebagai penumpang untuk mencuri HP milik penumpang Transjakarta.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 21 Oktober 2026, 14:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons informasi mengenai dugaan komplotan pencopet yang beraksi di Halte TransJakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ia berjanji segera menurunkan tim untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

"Saya segera turunkan tim untuk itu," kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Pramono merespons pertanyaan wartawan mengenai unggahan media sosial yang mengingatkan penumpang TransJakarta agar mewaspadai dugaan aksi pencopetan di halte tersebut.

Dalam informasi yang beredar, sejumlah orang diduga menyamar sebagai penumpang untuk mencuri telepon seluler milik pengguna transportasi umum.

Informasi tersebut beredar di media sosial pada Selasa (20/10/2026). Melalui unggahannya di Threads, akun @mitchradyan mengingatkan penumpang TransJakarta yang melintasi Halte Kampung Melayu agar berhati-hati terhadap pencurian telepon seluler.

"hati-hati buat yang naik TJ di kampung melayu, kalau ada bapak-bapak pakai tas ransel taro didepan hati-hati ajaa, pelaku komplotan pencopetan hp dilingkari merah ya (ada satu lagi tapi ketutupan bapak-bapak itu), sekali lagi jangan dikantongin di celana, lebih baik pegang atau taruh tas dan di peluk ya” tulis akun tersebut.

 

Peringatan untuk Penumpang Transjakarta

Dalam unggahannya, pengunggah secara khusus mengingatkan penumpang agar waspada terhadap pria yang membawa tas ransel di bagian depan tubuh. Ia juga menyarankan penumpang tidak menyimpan telepon seluler di saku celana saat menggunakan transportasi umum.

Pengunggah menyarankan agar telepon seluler dipegang atau disimpan di dalam tas yang tetap berada dalam pengawasan pemiliknya.

Menanggapi informasi tersebut, Pramono menyatakan akan segera menurunkan tim. Namun, dia belum menjelaskan instansi yang akan dilibatkan maupun langkah pengawasan dan penindakan yang akan dilakukan.

Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai dugaan komplotan pencopet tersebut masih merujuk pada unggahan media sosial. Belum ada keterangan resmi mengenai identitas terduga pelaku, jumlah korban, ataupun laporan polisi terkait kejadian tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya