Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur terus meluas dan memicu tragedi kemanusiaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat sedikitnya empat kawasan pegunungan kini membara. Musibah ini menelan korban jiwa. Lima petugas dan relawan dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang mengalami luka bakar serius.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, mengonfirmasi bahwa hingga Selasa (20/10)/2026) siang, kawasan yang terdampak meliputi Gunung Bromo, Arjuno- Welirang, Sigiran, dan Kaki Gunung Argopuro.
Advertisement
"Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadi titik paling tragis. Api yang bermula dari Bukit Kembang, Desa Pucuk Sari, Probolinggo sejak Kamis (15/10/2026), meluas cepat hingga melahap 75,37 hektare area di wilayah Probolinggo dan Pasuruan," ujar Satrio, Rabu (21/10/2026)
5 Korban Jiwa
Meskipun seluruh titik api di Bromo kini berhasil dipadamkan dan menyisakan kepulan asap di wilayah Penanjakan, upaya pemadaman tersebut dibayar mahal. Lima personel gugur akibat terjebak api dan medan ekstrem. Yaitu Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyamata (33) yang merupakan petugas TNBTS. Selain itu korban lainya yaitu Wisnu Yuda Pratama (24) dan Safriel Ardiansyah (19) karyawan hotel sekitar. Dan yang terbaru petugas yang gugur dalam memadamkan karhutla yaitu Munawir (44) Anggota Masyarakat mitra Polhut
"Selain korban jiwa, Suraji (40), seorang sekuriti hotel, mengalami luka bakar berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya," tambah Satria
Kobaran Api di 3 Gunung
Di luar Bromo, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Tahura, dan relawan masih berjibaku menaklukkan si jago merah di tiga kawasan gunung lainnya.
Di antaranya Gunung Arjuno - Welirang, titik api terdeteksi sejak Jumat (16/10/2026) di Puncak Cemoro Mencil dan Puncak Limas, Pasuruan. Api mulai bergerak ke arah Singosari, Kabupaten Malang. Di wilayah Petungombo, api bahkan telah menembus area perkebunan warga
"Tim gabungan berpacu membuat sekat bakar (ilaran) untuk menahan laju api," paparnya.
Sedangkan di Gunung Sigiran, kebakaran hutan berlangsung sejak Selasa (13/10/2026) di atas Surga Cendono, Mojokerto. Pergerakan api membesar menuju wilayah Mojokerto. Titik api yang berada di lereng dan punggungan bukit terjal menyulitkan tim pemadam untuk melakukan penanganan langsung.
Di kaki Gunung Argopuro, kebakaran terdeteksi sejak Kamis (15/10/2026) di Situbondo. Api kian meluas melintasi perbatasan Probolinggo dan Jember. Karena lokasi berada pada tebing terjal sejauh 15–20 km dari permukiman, tim terpaksa melakukan pemantauan jarak jauh.
Total Area Terbakar Masih Dihitung
Secara umum, kata Satria, titik api di beberapa lokasi masih berada pada jarak aman dari permukiman warga (berkisar antara 1 hingga 20 km) sehingga belum mengganggu aktivitas harian warga secara langsung.
"Namun, perembetan api ke area perkebunan di Arjuno menunjukkan potensi ancaman yang makin nyata," tuturnya
Pihak BPBD Jatim menegaskan bahwa total luas area yang terbakar di seluruh pegunungan tersebut masih dalam proses pendataan seiring dengan berkembangnya situasi di lapangan.