Leapmotor Kejar TKDN 60 Persen pada 2027, Ini Strateginya

Pemerintah telah menargetkan kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen pada 2027

oleh Arief AszhariDiterbitkan 21 Oktober 2026, 17:06 WIB
Leapmotor Kejar TKDN 60 Persen pada 2027, Ini Strateginya (Arief A/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah telah menargetkan kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen pada 2027, untuk produksi mobil listrik di Indonesia. Berbagai pabrikan, terus berupaya untuk bisa memenuhi syarat guna mendorong industri otomotif nasional tersebut, dan salah satunya adalah Leapmotor.

Dijelaskan Brand Head Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor, jenama asal China ini masih terus melakukan kajian, terkait komponen yang bisa diproduksi atau dipasok secara lokal, untuk bisa meningkatkan TKDN.

"Salah satu yang sedang kami pelajari, kira-kira mana yang bisa membantu kami mencapai 60 persen (TKDN)," jelas Samuel, saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

Lanjut Samuel, pihaknya memang terus berkomitmen, untuk bisa memanfaatkan waktu hingga 2027, untuk bisa memenuhi TKDN sesuai dengan regulasi yang telah ditentukan. Meskipun begitu, memang untuk detail komponen belum diumumkan secara resmi oleh pihak pabrikan.

"Untuk detailnya saya mesti koordinasi ulang, cuma dari beberapa elemennya itu ada investasi, salah satunya baterai," tegasnya.

Sementara itu, Leapmotor sendiri sudah melakukan produksi lokal untuk B10 dan C10. Kedua model tersebut, dirakit di fasilitas PT National Assemblers Plant 3, yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.

Perakitan lokal ini mengusung standar manufaktur global yang diterapkan Leapmotor dan Stellantis. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan kendaraan yang dihasilkan memiliki kualitas, keamanan, serta tingkat keandalan yang konsisten, sekaligus membuat pasokan kendaraan listrik Leapmotor lebih fleksibel untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia.

Produksi Leapmotor B10 dan C10

PT National Assemblers Plant 3 merupakan investasi Indomobil Group melalui PT National Assemblers (NA) yang disiapkan untuk memproduksi kendaraan listrik dengan standar global.

Berdiri di atas lahan seluas 158.000 meter persegi, fasilitas tersebut dibekali teknologi produksi modern, sistem otomasi, serta mekanisme pengendalian kualitas untuk menjaga proses produksi tetap presisi dan konsisten.

Pada tahap awal, Plant 3 mampu memproduksi hingga lima unit kendaraan per jam atau sekitar 10.000 unit per tahun. Kapasitas ini masih dapat ditingkatkan hingga 17 unit per jam atau 34.000 unit per tahun seiring pertumbuhan pasar kendaraan listrik.

Peningkatan kapasitas tersebut mencakup pengembangan fasilitas body shop dan paint shop, sehingga dapat memberikan ruang lebih besar bagi Leapmotor untuk mengembangkan jajaran kendaraan listriknya di Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya