Kronologi Kebakaran KMP Batumandi, Petugas Sempat Lihat Ada Percikan Api

KMP Batumandi yang memuat 420 penumpang mengalami kebakaran hebat di perairan Banten, Selasa sore (20/10/2026).

oleh Yandhi DeslatamaDiterbitkan 21 Oktober 2026, 11:30 WIB
Kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi di perairan Selat Sunda, Selasa (20/10/2026) sore.

Liputan6.com, Banten - KMP Batumandi, Selasa siang, 20 Oktober 2026, beroperasi seperti biasa, mengangkut 420 penumpang dan 89 unit kendaraan dari Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry itu bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sekitar pukul 14.32 WIB.

Selama di perjalanan menyeberangi Selat Sunda, kapal masih berjalan normal dan lancar. Penumpang beraktivitas seperti biasa di atas kapal, karena tidak pernah mengira kapal yang mereka tumpangi akan terbakar.

Hingga saat mengambil haluan untuk sandar di Dermaga Eksekutif 1 Pelabuhan Merak, di hari yang sama sekitar pukul 16.15 WIB, muncul asap dari bagian bawah kapal.

"KMP Batumandi sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB. Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat adanya percikan api di bagian buritan kapal," ujar Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, dalam keterangan resminya, ditulis Rabu, (21/10/2026).

KMP Batumandi akhirnya benar-benar terbakar sekitar 700 meter dari Dermaga Eksekutif Merak, berdekatan dengan Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil.

Saat asap mulai membumbung tinggi dan semakin pekat, penumpang mulai panik, mereka pun segera mengenakan jaket pelampung dan sekoci yang ada di atas KMP Batumandi.

Kapal nelayan, wisata, Polairud, TNI AL, Basarnas, swasta, hingga BUMD yang dekat, segera membantu evakuasi penumpang dan kru kapal.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas insiden kebakaran yang terjadi pada KMP Batumandi di Merak," ucap Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, Rabu (21/10/2026).

Akibat terbakarnya KMP Batumandi menyebabkan 16 penumpang dilarikan ke Puskesmas Pulomerak dan RS Krakatau Medika, untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan puluhan kendaraan hangus terbakar, dilalap si jago merah.

Untuk penyebab pasti terbakarnya KMP Batumandi, PT ASDP Indonesia Ferry menyerahkan seluruh proses investigasi ke KNKT dan Polda Banten.

Perusahaan milik negara itu mengklaim akan mengikuti seluruh proses pemeriksaan dan terbuka kepada publik.

"Belum bisa kita pastikan, karena masih menunggu investigasi dari KNKT dan kepolisian, ada yang bilang (api berasal) dari buritan dan lain-lain, kami belum bisa pastikan," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya