Luis Enrique Ungkap Kunci PSG Tekuk Barcelona: Kemampuan Beradaptasi

Luis Enrique mengungkap kunci PSG mengalahkan Barcelona 4-2 di Liga Champions. Ia menyoroti kemampuan beradaptasi dan kekuatan kolektif tim.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 21 Oktober 2026, 10:44 WIB
Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, bereaksi pada akhir pertandingan leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League antara PSG dan Chelsea di Parc des Princes, Paris, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. (Julien De Rosa/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Luis Enrique mengungkapkan kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci keberhasilan Paris Saint-Germain (PSG) mengalahkan Barcelona dengan skor 4-2 pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027. Bermain di Parc des Princes, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB, PSG mampu mengatasi tekanan Barcelona dan mempertahankan rekor sempurna di fase liga.

Pertandingan berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama tampil agresif dan berusaha menguasai jalannya permainan. PSG menunjukkan ketajaman di lini serang sekaligus kemampuan bertahan ketika Barcelona meningkatkan tekanan pada babak kedua.

Desire Doue membuka keunggulan PSG pada menit ke-38 sebelum Xavi Espart menyamakan skor untuk Barcelona. Lucas Hernandez kembali membawa tuan rumah unggul, tetapi Lamine Yamal membalas sebelum Vitinha dan Fabian Ruiz memastikan kemenangan bagi Les Parisiens.

Hasil tersebut membuat PSG mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan di fase liga Liga Champions. Luis Enrique pun menyoroti kemampuan timnya menjalankan strategi, menghadapi periode sulit, serta memaksimalkan kualitas individu dan kolektif untuk mengalahkan lawan sekelas Barcelona.

Ingin tahu jadwal pertandingan Liga Champions terbaru? Intip selengkapnya di sini.


Enrique Sebut Kemampuan Beradaptasi sebagai Kekuatan PSG

Selebrasi PSG saat kalahkan Barcelona di Liga Champions (AFP)

Enrique menilai PSG tampil sangat baik dalam bertahan pada babak pertama, terutama ketika merebut bola di area permainan lawan. Strategi tersebut membantu mereka menciptakan peluang dan menjaga Barcelona agar tidak leluasa mengembangkan permainan.

PSG juga mampu menyesuaikan pendekatan ketika Barcelona mendominasi permainan selama 15 menit pertama babak kedua. Menurut Luis Enrique, kekuatan timnya terletak pada kemampuan menjaga pertahanan dan melancarkan serangan balik ketika menghadapi tekanan lawan.

"Kami menjalani babak pertama yang luar biasa dari sisi pertahanan, merebut kembali penguasaan bola di area atas lapangan, dan menciptakan peluang untuk mencetak lebih banyak gol. Kami juga menunjukkan kemampuan melewati situasi sulit ketika Barcelona mendominasi permainan selama 15 menit pada babak kedua," kata Enrique.

"Kami tetap solid dalam blok pertahanan dan tahu cara melancarkan serangan balik. Itulah kekuatan kami, yaitu kemampuan untuk beradaptasi," lanjutnya.


Enrique Bangga PSG Mampu Memaksakan Gaya Bermain

Pemain PSG, Fabian Ruiz, kedua dari kanan, merayakan gol keempat timnya dalam pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan FC Barcelona di Paris, Rabu (21-10-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Thibault Camus)

Enrique menegaskan bahwa PSG berusaha mempertahankan gaya bermain agresif saat menghadapi Barcelona. Dukungan suporter di Parc des Princes juga membantu para pemain meningkatkan intensitas tekanan terhadap lawan.

Lanjut Baca:

Meski demikian, ia mengakui tidak mudah menerapkan strategi tersebut ketika berhadapan dengan pemain Barcelona yang memiliki kualitas tinggi. Luis Enrique menyebut sejumlah pemain Blaugrana sebagai bukti bahwa PSG harus menghadapi salah satu tantangan terbesar di level tertinggi sepak bola. "Inilah gaya bermain kami, agresif. Dengan dukungan suporter, lebih mudah bagi kami untuk melakukan pressing karena kami merasakan energi mereka. Itulah cara terbaik untuk menang," ujar Enrique. "Namun, hal itu menunjukkan betapa sulitnya melakukan pressing terhadap pemain seperti Pedri, Lamine, Olmo, Raphinha, Gordon, Espart, dan Cubarsi. Mereka memiliki kualitas yang sangat tinggi. Ini menunjukkan tim seperti apa kami, karena inilah level tertinggi yang bisa Anda hadapi," tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya