Liputan6.com, Jakarta - OpenAI merilis fitur keamanan baru, obrolan terkunci di ChatGPT, memungkinkan pengguna melindungi riwayat percakapan dari orang lain.
Ketika diaktifkan, pengguna bisa mengunci obrolan sensitif agar tidak muncul di riwayat percakapan biasa, obrolan tersemat, maupun kolom pencarian. Demikian sebagaimana dikutip dari Engadget, Rabu (21/10/2026).
Advertisement
Untuk mengakses obrolan terkunci, pengguna perlu masukkan PIN 4 digit. Bagi pengguna iOS maupun Android, akses obrolan juga mendukung sistem pemindaian wajah (Face ID) atau biometrik.
Nantinya, seluruh riwayat obrolan sensitif ini dikelompokkan dalam kategori khusus berjudul Obrolan terkunci (Locked chats).
Langkah ini dirancang OpenAI untuk mencegah orang lain mengintip obrolan saat ponsel dipinjamkan atau digunakan di tempat umum.
Perlu dicatat, fitur ini bukanlah bentuk enkripsi end-to-end, sehingga tidak mengubah kebijakan pelatihan model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) maupun masa penyimpanan data perusahaan.
Selain itu, jika kamu perlu me-reset PIN karena lupa, seluruh obrolan terkunci beserta file apapun yang diunggah akan terhapus secara permanen dan tidak dapat dipulihkan oleh tim dukungan OpenAI.
Kapan Meluncur?
OpenAI turut menyatakan fitur obrolan terkunci sedang diluncurkan kepada pengguna secara bertahap, sehingga memerlukan waktu hingga fitur itu tersedia secara meluas.
Fitur ini akan tersedia bagi pengguna akun gratis, maupun yang berlangganan Go, Plus, dan Pro. Pengguna juga bisa memadukan fitur tersebut dengan mode suara, meski belum mendukung untuk obrolan berbasis Codex.