Bali United vs Garudayaksa FC: Harus Jaga Disiplin

Bali United menjamu Garudayaksa FC pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Gianyar.

oleh Alit BinawanDiterbitkan 21 Oktober 2026, 07:20 WIB
Bali United merayakan gol di BRI Super League 2026/2027. (Dok. ileague.id)

Liputan6.com, Jakarta - Bali United menjamu tim promosi Garudayaksa FC pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (21/10/2026) pukul 15.30 WIB. Tuan rumah mengincar tiga poin untuk mengangkat posisi pada awal musim.

Skuad asuhan Johnny Jansen datang dari kekalahan tipis 2-3 melawan Java United dan berupaya memanfaatkan dukungan publik Gianyar untuk bangkit. Garudayaksa FC, yang baru naik kasta musim ini, menjadi ujian berikutnya di kandang Serdadu Tridatu.

Dari sisi disiplin, kedua tim sama-sama punya rapor buruk. Baru melakoni lima pertandingan, Bali United sudah mengoleksi empat kartu merah.

Sementara Garudayaksa FC mengumpulkan 14 kartu kuning.


Sorotan Disiplin Bali United

Ilustrasi Bali United versus Garudyaksa FC, BRI Super League. (Bola.com/AI)

Persoalan disiplin di kubu Bali United tidak sekadar mengganggu ketersediaan pemain, tetapi juga memangkas pilihan taktik ketika pertandingan memerlukan penyesuaian strategi. Kondisi ini berimbas pada fleksibilitas tim saat membaca momentum.

Johnny Jansen menilai para pemain yang terkena hukuman memiliki peran penting. Absennya mereka membuat keseimbangan permainan sulit dijaga dan membuat opsi di bangku cadangan menipis pada momen krusial.

"Ketika Anda mendapat empat kartu merah dalam lima pertandingan, Anda kehilangan pemain berkualitas," bebernya.

"Arjuna pemain berkualitas, Thomas Lam berkualitas, Tim Receveur berkualitas, Arel juga pemain berkualitas bagi kami," imbuhnya.

Ia menambahkan, keterbatasan itu menyulitkan pergantian ketika tim membutuhkan energi baru untuk mengubah alur laga. Momentum yang seharusnya bisa dimanfaatkan kerap terhambat karena opsi pengganti berkurang.

Mantan pelatih SC Heerenveen dan PEC Zwolle tersebut menyebut peringatan tegas sudah disampaikan di ruang ganti. Menurutnya, keputusan wasit tak selalu bisa dikendalikan, namun kendali emosi dan sikap adalah tanggung jawab internal tim.

"Saya sudah bicara dengan tim tentang hal ini, saya tidak bisa menerimanya. Terkadang kami tidak bisa mengontrol keputusan wasit, itu tugas wasit. Tetapi sikap adalah masalah kita sendiri, kita harus lebih baik dan saya harap kita belajar dari hal ini," ujar Jansen.


Kepercayaan Diri Garudayaksa FC

Di kubu lawan, Garudayaksa FC membawa modal berharga seusai menang 3-1 di markas Arema FC. Tiga poin itu menjadi kemenangan perdana dalam lima laga awal musim dan mengangkat mereka ke peringkat ke-13 klasemen sementara dengan lima poin.

Lanjut Baca:

Produktivitas lini depan patut diantisipasi Bali United. Duet penyerang Carlos Iury dan Jairo Jean menunjukkan ketajaman, sementara kreativitas Christian Frydek dari sektor gelandang serang menjadi motor serangan. Dari lini belakang, penampilan bek Brasil Paulo Ricardo saat menghadapi Arema FC menjadi sorotan. Ia tampil solid dan dinobatkan sebagai Player of the Match berkat ketenangan dalam duel serta kemampuan membaca permainan. Paulo menyebut raihan tersebut buah kerja bersama tim sejak awal musim. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi kinerja dari laga ke laga. "Perasaan terbaik dalam sepak bola adalah meraih kemenangan. Saya merasa sangat bahagia, khususnya untuk para pemain. Mereka berada di sini sejak awal, jadi mereka sangat layak mendapatkannya," ujar Paulo Ricardo. Bek yang kerap membantu build-up dari belakang itu juga memuji penerapan taktik Garudayaksa FC. Menurutnya, komunikasi dari kiper hingga lini depan berjalan efektif dan menjadi salah satu kunci performa tim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya