Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria berinisial S (28) ditemukan tewas gantung diri di kusen pintu kamarnya, Kampung Ciawi Tali, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Buruh harian lepas tersebut diduga nekat mengakhiri hidupnya akibat persoalan asmara, dia dituduh selingkuh. S diketahui baru dua hari pulang bekerja dari Jakarta.
Kapolsek Nagrak Iptu Subit Sudrajat menjelaskan jasad korban pertama kali ditemukan oleh kakak ipar.
Advertisement
"Awalnya sekitar pada Senin (19/10/2026), saksi A (kakak kandung) menitipkan kunci rumahnya kepada korban sebelum pergi," terang Subit Sudrajat, Selasa (20/10/2026).
Saat A kembali ke rumah, panggilan dari luar tidak mendapat respons. Saat diperiksa ke dalam, korban sudah ditemukan dalam posisi tergantung.
"Saksi A bersama warga setempat sempat memberikan pertolongan pertama, namun korban sudah meninggal dunia," ujar dia.
Petugas Polsek Nagrak bersama tim medis dari Puskesmas Nagrak langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan visum luar sesaat setelah menerima laporan.
"Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya tanda jeratan di bagian leher. Tidak ditemukan luka atau bekas kekerasan lainnya," terang dia.
Dugaan motif asmara mencuat setelah polisi memeriksa telepon seluler milik korban. Ditemukan percakapan dengan seorang perempuan berinisial R pada Minggu (18/10/2026) malam.
"Korban menuduh R berselingkuh lalu mengirimkan foto tali kabel. Obrolan tersebut terjadi sekitar jam 23.30 WIB," jelasnya.
Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak proses autopsi melalui surat pernyataan resmi. Jenazah S kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Ciawitali pada hari yang sama.