Liputan6.com, Jakarta - Selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, sektor pariwisata Indonesia mencatat sejumlah angka terkait kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara, dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Data tersebut mencakup capaian sepanjang 2025 hingga Agustus 2026, termasuk perubahan jumlah kunjungan di sejumlah destinasi wisata. Indonesia menerima 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025.
Advertisement
Jumlah tersebut meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target nasional yang berkisar 14 juta hingga 15 juta kunjungan. Pada tahun yang sama, wisatawan nusantara melakukan 1,2 miliar perjalanan, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.
Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan dalam keterangannya pada Lifestyle Liputan6.com, Selasa, 20 Oktober 2026, "Dua tahun terakhir, pariwisata Indonesia terus bertumbuh. Tahun 2025 menjadi salah satu tahun penting bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia dan momentum itu berlanjut hingga 2026."
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat 5,38 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pada rentang waktu tersebut, wisatawan nusantara melakukan 842,15 juta perjalanan, naik 4,29 persen secara tahunan.
Menpar Widi mengklaim bahwa pertumbuhan pariwisata Indonesia menjadi yang tercepat kedua di antara lima ekonomi besar Asia Tenggara. Posisi tersebut menunjukkan persaingan Indonesia dengan negara-negara lain di kawasan dalam menarik wisatawan.
Pergerakan wisatawan juga tercatat di sejumlah kawasan di luar Bali. Pada triwulan I 2026, kunjungan wisatawan mancanegara ke Manado-Likupang meningkat 60,42 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Kawasan Danau Toba mencatat kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 33,40 persen dalam periode tersebut.
Pertumbuhan Wisata Mulai Menjangkau Berbagai Daerah
Data perjalanan wisatawan nusantara memperlihatkan angka berbeda di sejumlah destinasi. Danau Toba mencatat pertumbuhan perjalanan wisnus sebesar 106,68 persen pada periode 2025–2026.
Lombok-Gili Tramena menyusul dengan kenaikan 75,45 persen. Angka tersebut merujuk pada perjalanan wisatawan nusantara, sedangkan data Manado-Likupang dan Danau Toba untuk triwulan I mencakup kunjungan wisatawan mancanegara.
"Pariwisata semakin berkembang di berbagai daerah, yang artinya aktivitas pariwisata menciptakan lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat," kata Widi.
Selain jumlah perjalanan, Kemenpar mencatat rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara mencapai USD 1.313 atau sekitar Rp 22,59 juta per kedatangan pada semester I 2026. Nilai tersebut naik 6,36 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Pengeluaran wisatawan mencakup kebutuhan akomodasi, makanan dan minuman, pembelian cendera mata, hiburan, serta paket tur lokal.
Belanja Wisatawan
Pengeluaran tersebut menjadi salah satu ukuran aktivitas ekonomi dalam sektor pariwisata. Data rata-rata belanja per kedatangan menggambarkan nilai pengeluaran wisatawan mancanegara, bukan jumlah keseluruhan belanja seluruh wisatawan selama periode tersebut.
Dari sisi ekonomi nasional, sektor pariwisata menyumbang 4,78 persen terhadap produk domestik bruto pada 2025, setara Rp1.138,90 triliun. Sektor ini juga menghasilkan devisa sebesar USD 18,27 miliar atau sekitar Rp 305,47 triliun, meningkat 9,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada semester I 2026, devisa pariwisata mencapai USD 8,43 miliar atau sekitar Rp 140,95 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 2,8 persen dibandingkan semester I 2025. Data semester pertama itu mencakup periode yang lebih pendek daripada data devisa sepanjang 2025.
Dukungan untuk Berbagai Event
Indonesia juga menempati peringkat kedua sebagai destinasi wisata ramah Muslim terbaik dunia berdasarkan Global Muslim Travel Index 2026. Dalam penilaian Travel and Tourism Development Index 2026, Indonesia memperoleh skor 4,56 dan berada di posisi kedua di Asia Tenggara serta keenam di Asia Pasifik.
Kemenpar turut mendukung penyelenggaraan acara di berbagai daerah untuk mendorong aktivitas pariwisata. Sepanjang 2025 hingga September 2026, mereka mendukung 377 acara. Kajian terhadap 354 acara mencatat 23,91 juta pengunjung dengan perkiraan perputaran ekonomi mencapai Rp45,9 triliun.
Menpar Widi menyampaikan harapannya agar berbagai pihak terus mendukung sektor pariwisata Indonesia. "Mari terus bersama-sama mendukung kemajuan pariwisata Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif dan mendunia," tandas dia.