Demo Meluas di Eropa, Menlu Terus Pantau Kondisi WNI

Menlu Arrmanatha Nasir memastikan keamanan WNI di Eropa di tengah gelombang demonstrasi meluas akibat biaya hidup tinggi.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 20 Oktober 2026, 19:00 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir memastikan pemerintah terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Eropa, termasuk Prancis. Hal ini menyusul adanya gelombang demonstrasi yang terjadi di sejumlah negara Eropa hingga memunculkan kerusuhan.

"Tentu terus kita, tentu terus kita pantau situasi di Eropa, khususnya di Prancis dan beberapa negara lainnya," kata Tata usai bertemu di Presiden Prabowo Subianto Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Dia tak menjelaskan arahan Prabowo. Tata mengaku dirinya hanya melaporkan soal kunjungan Sekjen Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), António Guterres beberapa hari lalu.

"Ah tadi hanya, kita hanya melapor ya," ucapnya.

Sebelumnya, Gelombang demonstrasi meluas di sejumlah negara Eropa seiring meningkatnya keresahan masyarakat terhadap biaya hidup dan tekanan pada layanan publik. Berbagai persoalan menjadi pemicu aksi, mulai dari mahalnya harga rumah dan biaya sewa, kenaikan harga bahan bakar, hingga buruknya fasilitas sekolah dan universitas.

Dikutip dari CNBC, Selasa (20/10/2026), Prancis menjadi salah satu pusat demonstrasi terbesar pada akhir pekan. Lebih dari 500.000 orang dilaporkan turun ke jalan. Sebagian besar aksi berlangsung damai, tetapi sejumlah demonstrasi berujung kerusuhan, perusakan toko, kebakaran, hingga bentrokan dengan polisi.

Protes serupa juga berlangsung di Italia, Spanyol, Portugal, dan Albania. Meski dipicu persoalan yang berbeda di setiap negara, tingginya biaya energi dan tekanan ekonomi menjadi benang merah keresahan masyarakat.

Di Portugal, masyarakat menggelar demonstrasi untuk memprotes kenaikan biaya perumahan dan biaya hidup. Menteri Negara dan Keuangan Portugal, Miranda Sarmento, mengatakan persoalan yang dihadapi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan harga bahan bakar.

"Masyarakat jelas memprotes biaya hidup, termasuk harga diesel dan bahan bakar, tetapi terutama biaya perumahan yang meningkat signifikan di seluruh Eropa, khususnya di Portugal," ujar Sarmento, seperti dikutip CNBC.

Sarmento menilai kondisi fiskal Portugal relatif lebih kuat dibandingkan Prancis, dengan tingkat utang yang lebih rendah. Perbedaan kondisi keuangan negara tersebut turut memengaruhi ruang gerak pemerintah dalam merespons tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Sementara itu, di Spanyol, persoalan perumahan turut memicu demonstrasi setelah seorang perempuan berusia 87 tahun dilaporkan mengalami penggusuran menyusul kenaikan biaya sewa. Kasus tersebut menambah sorotan terhadap persoalan keterjangkauan hunian di tengah meningkatnya biaya hidup.

Berbagai aksi tersebut menunjukkan bahwa persoalan perumahan semakin menjadi perhatian masyarakat Eropa. Kenaikan biaya sewa dan kebutuhan sehari-hari membuat sebagian warga menghadapi tekanan dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya