Suarakan Karhutla, Sejumlah Publik Figur Keluhkan Pembatasan Akun

Sejumlah publik figur, termasuk Wendi Cagur, merasa akun mereka dibatasi usai aktif menyuarakan isu karhutla. Mereka menyoroti penurunan jangkauan konten.

oleh Fatimah AzzahraDiterbitkan 20 Oktober 2026, 16:04 WIB
Petugas pemadam kebakaran memadamkan kebakaran hutan pada lahan gambut seluas lebih dari 100 hektar) di Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia, Jumat, 31 Juli 2026. (AFP/ Reina)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah publik figur menyuarakan keprihatinan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia. Namun, di tengah upaya mereka menyebarkan informasi dan mengajak masyarakat untuk peduli, muncul keluhan mengenai jangkauan konten di media sosial hingga dugaan pembatasan akun atau juga dikenal dengan istilah shadowban setelah mereka bersuara dan membagikan informasi mengenai karhutla.

Wendi Cagur, Hesti Purwadinata, hingga Tasya Farasya, menjadi beberapa figur yang menyinggung persoalan tersebut. Wendi mengaku menyadari jangkauan Instagram Story yang berisi unggahan ulang informasi karhutla terasa semakin terbatas. Tasya juga membandingkan jumlah penonton Instagram Story miliknya sebelum dan sesudah bersuara mengenai isu tersebut. Sementara itu, Ustaz Adi Hidayat menyebut akun yang digunakannya untuk membahas karhutla sempat terkena banned sementara. Keluhan serupa turut disampaikan sejumlah figur publik lain dengan pengalaman yang berbeda-beda.


Wendi Cagur Pertanyakan Pembatasan Jangkauan Usai Bersuara soal Karhutla

Wendi Cagur suarakan keresahan terkait pembatasan akun yang menyebarkan informasi karhutla (Instagram.com/wendicagur)

Komedian Wendi Cagur merupakan salah satu publik figur yang aktif menyuarakan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan, Papua, dan Sumatera. Wendi aktif membagikan berbagai informasi mengenai karhutla yang sedang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Namun, Wendi mengungkapkan keresahannya dan menyadari bahwa jangkauan unggahannya perlahan terasa semakin terbatas. Wendi mengaku hal tersebut ia sadari sejak dirinya ikut menyuarakan isu karhutla.

Hal itu disampaikan Wendi melalui sebuah unggahan yang menggunakan musik Pesta Babi sebagai latar suara. Dalam keterangannya, ia mempertanyakan mengapa informasi yang dibagikannya mengenai karhutla seolah sulit menjangkau pengguna lain.

"Semenjak gue speak up tentang karhutla kemaren, gue baru sadar ternyata perlahan akses orang lain melihat apa yang gue repost di instastory gue ternyata sangat sangat dibatasi," tulis Wendi menyertai unggahan tersebut, Senin (19/20/2026).

Komedian itu menjelaskan bahwa dirinya hanya menyuarakan persoalan karhutla sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi yang kini tengah menjadi perhatiannya. Wendi juga membandingkan dugaan pembatasan jangkauan itu dengan konten perjudian online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang menurutnya masih mudah ditemukan di media sosial.

"Padahal kan gue cuma menyampaikan apa yang menjadi keresahan gue. Cuma bersuara kecil tentang kondisi yang jadi concern gue. Masa bersuara tentang karhutla gak boleh. Sementara konten-konten dan komen-komen judol dan pinjol masih merajalela. Koq bisa?" lanjut Wendi.

Lanjut Baca:

Di akhir keterangannya, Wendi mengajak pengguna media sosial lainnya untuk tetap menyuarakan kepedulian terhadap karhutla hingga penanganan bencana tersebut benar-benar selesai. Meski menyinggung dugaan pembatasan jangkauan, unggahan itu belum menjadi bukti bahwa akunnya secara resmi terkena shadowban.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya