Danantara Siap Borong Saham BUMN: Kalau Bagus Kita Beli

Danantara buka peluang borong saham BUMN di tengah penurunan IHSG. Pembelian bakal berpatokan pada analisis fundamental dan valuasi murah.

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 20 Oktober 2026, 14:59 WIB
COO Danantara Dony Oskaria

Liputan6.com, Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, membuka peluang untuk memborong saham perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satu pertimbangan utama dalam pembelian adalah sisi fundamental perusahaan.

Dony menegaskan bahwa rencana pembelian saham oleh Danantara terus berjalan. Nantinya, Danantara Asset Management (DAM) akan menambah porsi kepemilikan di BUMN dengan mengacu pada aspek fundamental.

"Kalau bagus ya kita beli, terutama saham-saham BUMN kan, DAM nanti akan menambah kepemilikannya. Kita akan cek, saham-saham yang bagus yang fundamental bagus," ungkap Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Ia menilai, penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta nilai beberapa saham merupakan hal yang wajar. Oleh karena itu, kekuatan fundamental bisnis tetap menjadi pijakan utama. "Ya itu kan biasa itu dinamika kan, dan nanti kan pelan-pelan, yang paling penting sebetulnya kan fundamental kita bagus," ucapnya.

"Karena itu DAM juga, Danantara Asset Management akan menambah kepemilikannya, sayang dong. Jadi ga ada masalah. kita akan ambil tambah kepemilikan kita InsyaAllah," beber Dony.

 

Danantara Mau Borong Saham

Pengunjung berfoto di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Sebelumnya, Danantara Indonesia telah membuka peluang untuk menambah investasi saham di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke bawah level 5.000. Danantara menilai sejumlah saham perusahaan BUMN memiliki valuasi yang sangat menarik untuk investasi jangka panjang.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pihaknya mempertimbangkan penambahan investasi secara bertahap berdasarkan analisis fundamental, teknikal, serta persepsi pasar terhadap saham target.

"Kita melihat ini sebagai kesempatan untuk kita masuk secara bertahap,” ujar Rosan saat ditemui awak media di Istana Kepresidenan, Senin (19/10/2026).

Valuasi Saham BUMN

Rosan menilai sejumlah saham BUMN, khususnya di sektor perbankan, kini memiliki valuasi yang relatif murah. Ia mencontohkan rasio price-to-book value (PBV) perbankan yang rata-rata berada di bawah satu kali.

Menurut Rosan, fundamental perbankan nasional tetap kokoh dan beberapa bank juga menawarkan imbal hasil dividen (dividend yield) yang menggiurkan. Ia menyebut imbal hasil dividen Bank Mandiri berada di kisaran 16% dan BRI sekitar 13%.

"Ya, kita masuk ke saham-saham yang tentunya sudah dianalisa baik secara fundamental. Kita lebih analisa secara fundamental, secara teknikal, secara persepsi pasar dan lain-lain," kata Rosan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya