Pengendali Hartadinata Beli 5 Juta Saham HRTA saat IHSG Anjlok

Pengendali Hartadinata Abadi (HRTA) beli saham HRTA pada 16 dan 19 Oktober 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 20 Oktober 2026, 14:26 WIB
Gerai PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). (Foto: Hartadinata Abadi)

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yakni PT Terang Anugrah Abadi meningkatkan kepemilikan saham HRTA pada pertengahan Oktober 2026. Aksi beli saham HRTA ini dilakukan saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/10/2026), PT Terang Anugrah Abadi membeli saham HRTA dalam dua kali transaksi. Pertama, PT Terang Anugrah Abadi membeli saham HRTA 4.350.000 dengan harga Rp 1.615 per saham pada 16 Oktober 2026. Transaksi kedua, Terang Anugrah Abadi membeli 650.000 saham HRTA pada 19 Oktober 2026 dengan harga Rp 1.505 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian saham HRTA mencapai 5.000.000 saham HRTA dengan nilai Rp 8 miliar.

"Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian mengutip keterbukaan informasi BEI.

Dalam keterbukaan informasi disebutkan, Terang Anugrah Abadi merupakan pengendali dan akan mempertahankan pengendalian.

Setelah transaksi pembelian saham HRTA, Terang Anugrah Abadi kini memiliki 3.277.048.000 saham HRTA atau 71,16%. Sebelumnya Terang Anugrah Abadi mengenggam 3.272.048.000 saham HRTA atau setara 71.05%.

Adapun aksi beli saham yang dilakukan pengendali saham HRTA ini saat IHSG turun signifikan yang dipicu sentimen MSCI. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, IHSG ditutup turun 11,57% menjadi 5.185,10. Koreksi IHSG berlanjut pada Senin, 19 Oktober 2026. IHSG terpangkas 3,64% menjadi 4.996,60.

Berdasarkan data RTI, saat dipantau pukul 14.11 WIB, Selasa, 20 Oktober 2026, harga saham HRTA naik 3,64% menjadi Rp 1.565 per saham. Harga saham HRTA dibuka stagnan di Rp 1.510 per saham. Harga saham HRTA berada di level tertinggi Rp 1.600 dan terendah Rp 1.410 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.102 kali dengan volume perdagangan saham 120.837 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,8 miliar.

 

Alasan Pembelian Saham HRTA

Gerai PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). (Foto: Hartadinata Abadi)

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyampaikan PT Terang Anugrah Abadi, perusahaan yang dikendalikan oleh Ferriyady Hartadinata selaku pemegang saham pengendali akhir (ultimate controlling shareholder) sekaligus Presiden Komisaris HRTA, telah melakukan akumulasi pembelian saham HRTA sebanyak 4.350.000 lembar saham sejak 16 Oktober 2026. Langkah ini mencerminkan komitmen dan keyakinan jangka panjang Ferriyady terhadap fundamental Perseroan, prospek industri emas nasional, serta ketahanan ekonomi Indonesia.

Pembelian tersebut dilakukan di tengah tekanan jual yang signifikan di pasar saham domestik menyusul kekhawatiran investor terhadap potensi perubahan klasifikasi Indonesia oleh MSCI menjadi Standalone Market. Di tengah ketidakpastian tersebut, Ferriyady menunjukkan optimisme terhadap prospek jangka panjang Perseroan melalui peningkatan kepemilikan saham HRTA.

“Saya memiliki keyakinan kuat terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan prospek jangka panjang HRTA. Di tengah volatilitas pasar, saya memilih menunjukkan kepercayaan tersebut melalui tindakan nyata. Sebagai pengusaha nasional, saya percaya semangat Merah Putih harus diwujudkan melalui investasi, penguatan industri dalam negeri, dan kontribusi berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia,” ujar Presiden Komisaris HRTA, Ferriyady Hartadinata, mengutip keterangan resmi.

 

Dukung Hilirisasi

PT Hartadinata Abadi Tbk (Dok HRTA)

Sejalan dengan komitmen tersebut, HRTA terus mendukung agenda hilirisasi industri emas nasional melalui pengembangan manufaktur dan ekspor perhiasan emas jadi (fine finished gold jewelry) yang memiliki nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan daya saing industri domestik, serta menghasilkan devisa negara.

Di pasar domestik, HRTA juga berperan aktif dalam memperkuat ekosistem Bullion Bank Indonesia melalui kerja sama dengan PT Pegadaian, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk guna memperluas akses investasi emas, memperkuat distribusi bullion, dan mendukung pengembangan industri emas nasional yang terintegrasi.

Melalui penguatan rantai pasok, ekspansi pasar ekspor, dan kemitraan strategis denganinstitusi keuangan, HRTA optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan perekonomian Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya