Kerusuhan Italia Memburuk, Toko Mewah di Milan Kompak Tutup

Kerusuhan di Italia meluas, membuat toko-toko barang mewah di Milan tutup.

oleh Septian DenyDiterbitkan 20 Oktober 2026, 13:00 WIB
Suasana Galleria Vittorio Emanuele II di Milan, Italia pada 10 Maret 2020. (MIGUEL MEDINA / AFP)

Liputan6.com, Milan - Pemerintah Italia akan mengerahkan 500 personel tentara untuk menjaga keamanan Milan setelah dua hari kerusuhan yang diwarnai bentrokan demonstran dengan polisi, penjarahan toko, dan perusakan fasilitas.

Dikutip dari The Guardian, Selasa (20/10/2026), Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini mengumumkan rencana pengerahan pasukan tersebut pada Senin. Langkah itu diperkirakan masuk dalam paket kebijakan keamanan yang akan disetujui dalam rapat kabinet pada Selasa.

Situasi keamanan yang memburuk membuat sejumlah toko di pusat Milan tutup lebih awal dan menutup jendela etalase mereka dengan papan untuk mengantisipasi kemungkinan kerusuhan susulan di ibu kota keuangan Italia tersebut.

"Dari kata-kata ke tindakan: 500 tentara tambahan untuk melindungi Milan," tulis Salvini, yang juga memimpin Partai Liga, salah satu partai sayap kanan dalam koalisi pemerintahan, melalui media sosial.

Di kawasan perbelanjaan mewah Via Montenapoleone, sebagian besar toko telah memindahkan barang dagangan dari etalase sebagai langkah pencegahan. Polisi berpatroli di sepanjang jalan tersebut, sementara sejumlah kecil wisatawan menyaksikan situasi di lokasi.

Beberapa ratus demonstran bertudung, yang sebagian besar diyakini masih di bawah umur, membakar tempat sampah dan menjarah toko-toko di pusat kota selama akhir pekan. Kerusuhan itu terjadi setelah demonstrasi pada Sabtu yang awalnya berlangsung damai untuk memprotes buruknya layanan publik dan meningkatnya biaya hidup.

Rekaman televisi memperlihatkan sejumlah toko yang menjadi sasaran penjarahan, termasuk peritel perlengkapan olahraga Decathlon dan Arc’teryx serta operator telekomunikasi Vodafone. Merek pakaian Levi’s dan Under Armour, bersama Decathlon, menutup etalase mereka menggunakan kardus dan papan kayu.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam aksi kekerasan tersebut. Pada Senin, ia memimpin pertemuan bersama para menteri dan pejabat keamanan untuk membahas situasi.

"Pemerintah akan merespons dengan tegas serangan-serangan terhadap negara ini, termasuk melalui langkah-langkah yang bertujuan menekan kekerasan yang dilakukan oleh anak di bawah umur," tulis Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani, yang juga menjabat wakil perdana menteri, melalui platform X.

Surat kabar Corriere della Sera melaporkan, sebagai bagian dari rencana penindakan, Meloni mempertimbangkan untuk memperpanjang masa penahanan preventif bagi anak di bawah umur dan memperketat penindakan terhadap geng remaja. Pemerintah juga mempertimbangkan mempercepat penerapan sejumlah ketentuan dalam rancangan undang-undang keamanan yang saat ini tengah dibahas di parlemen.

 

Ratusan Orang Diamankan

Polisi bentrok dengan para pengunjuk rasa di Turin Italia pada hari demonstrasi nasional © Marco BERTORELLO / AFP

Kepolisian Italia mengatakan telah mengamankan 271 anak muda selama kerusuhan di Milan pada Minggu.

Dari mereka yang dibawa ke kantor polisi, sebanyak 32 orang ditangkap, termasuk 23 anak di bawah umur dan 13 warga negara asing. Polisi menyampaikan informasi tersebut pada Senin. Sebanyak 28 orang lainnya dilaporkan kepada otoritas peradilan.

Kerusuhan di Milan menyusul bentrokan yang terjadi pada Sabtu di sejumlah kota lain di Italia utara, termasuk Bologna, Brescia, Bergamo, dan Turin. Menurut laporan kepolisian yang dirilis pada Minggu, sebanyak 28 demonstran ditangkap dalam rangkaian bentrokan tersebut.

Kerusuhan di Italia ini menggemakan gelombang aksi protes di negara tetangganya, Prancis. Pada Sabtu, ratusan ribu orang yang marah akibat meningkatnya biaya hidup dan memburuknya layanan publik turun ke jalan di sejumlah wilayah Prancis.

Aksi tersebut menjadi salah satu gelombang protes paling keras yang melanda negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya